PENAJAM-Upaya pemerintah memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU, mendapat dukungan penuh dari organisai kemasyarakat di Kaltim, tak terkecuali Komando Pertahanan Adat Dayak Kalimantan (KPADK), Kabupaten PPU.

Hal itu terekam dalam pertemuan yang digelar antara Sat Intelkam Polres Penajam Utara dengan Panglima KPADK Kabupaten PPU, Rudi, Rabu (27/7) siang.

Kapolres PPU, AKBP Hendri Eka Bahalwan melalui Kasat Intelkam Polres PPU, AKP Juwadi mengatakan, KPADK PPU juga bertekad merangkul tokoh ormas kedaerahan untuk menyukseskan pembangunan IKN Nusantara.

“Mereka (KPADK) juga siap untuk bersinergi dengan pemerintah maupun aparat Keamanan dalam menghadapi dan demi terlaksananya pembangunan Nasional Ibu Kota Negara (IKN) di wilayah Kabupaten PPU,” kata Juwadi.

Selain soal IKN, pertemuan dengan Panglima KPADK PPU bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan meningkatan kondusifitas di wilayah PPU. Hal itu disampaikan Panglima KPADK PPU, Rudi.

“KAPDK berkomitmen untuk ikut menjaga kondusifitas di Kabupaten PPU. Ke depan juga kami akan terus berkoordinasi dengan kepolisian dalam setiap penyelesaian permasalahan yang mungkin timbul,” beber Rudi menjelaskan hasil pertemuan.

Selain itu, KPADK PPU, juga berkomitmen untuk tak mudah terpancing terhadap isu-isu yang bersifat provokatif, baik di media sosial maupun secara lisan, guna menghindari terjadinya konflik sosial.

Sebagai tambahan Polres PPU juga meminta kepada masyarakat untuk mendukung kebijakan pemerintah,  serta untuk dapat berperan aktif dalam pembangunan IKN Nusantara di Provinsi Kalimantan Timur.

“Masyarakat kami harapkan ikut membantu menjaga kamtibmas sehingga proses pemindahan IKN berjalan dengan lancar sehingga nanti berdampak positif ke masyarakat,” jelas Juwadi. (hul)