BALIKPAPAN-Meski sudah berulang kali dibongkar kepolisian, praktik penipuan dengan modus investasi rupanya masih terus memakan korban. Sepanjang 2022 saja, Polda Kaltim mencatat ada 16 laporan terkait investasi bodong. Angka ini tak jauh berbeda dengan tahun 2021, di mana Polda Kaltim juga menangani 16 kasus investasi bodong.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim, Made Yoga Sudharma mengatakan, korban penipuan dengan modus investasi mayoritas tergiur dengan tawaran untung tinggi dalam waktu yang singkat.

“Kalau ada pihak-pihak yang menawarkan keuntungan besar, bunga tinggi, dalam waktu yang singkat ini patut diwaspadai,” kata Made pada talk show bertajuk Waspada Penipuan Bermotif Investasi, di Atrium Mal Pentacity, Kamis (28/7).

Bahkan jika perlu, Made menyarankan agar masyarakat menunda untuk berinvestasi sampai benar-benar lembaga investasi tersebut dipastikan legal.

Memang, kata Made, ada sebagian korban yang sudah sejak awal menyadari ada resiko besar dalam investasi yang dia ikuti. Namun, tetap saja menaruh modalnya lantaran berharap bisa mengeruk keuntungan lantas berhenti.

“Jadi sebagian memang ada yang paham. Bahwa investasi ini beresiko, tapi dia tetap saja ikut karena berharap keuntungan yang tinggi tadi,” beber dia.

Legalitas, kata Made menjadi salah satu kunci agar tak menjadi korban investasi bodong. “Jadi kuncinya (investasi) adalah legal dan logis. Legal artinya terdaftar dan logis artinya keuntungan yang ditawarkan masuk akal,” jelas Made.

Untuk memastikan legalitas lembaga investasi, masyarakat dapat mengecek lewat whatsapp ke nomor 081157157157. Cukup dengan mengetik nama lembaga investasi, maka masyarakat akan mendapat balasan dari nomor tersebut.

“Jika legal nanti akan ada pemberitahuan. Pun jika pernah bermasalah dengan satgas waspada investasi (SWI) nanti akan ada pemberitahuan,” jelas Made.

Satgas waspada investasi (SWI) yang terdiri dari 12 lembaga, sebut Made juga punya perangkat untuk mendeteksi indikasi investasi bodong yang beroperasi di media sosial.

Bagaimana jika sudah terlanjur jadi korban?, Made meminta korban tak malu untuk melaporkan kepada polisi jika benar menjadi korban. Ini agar korban tak semakin banyak dan bisa segera ditindak oleh polisi.

“Tidak perlu malu, harus langsung melapor supaya korbannya tidak semakin banyak dan kerugian masyarakat juga tidak semakin besar,” ujar Made.

Sejumlah pembicara turut hadir dalam Talkshow gelaran Polda Kaltim tersebut, mulai dari Dirbinmas Polda Kaltim Dirbinmas Polda Kaltim Kombes Anggi Yulianto Putro, Dirkrimsus Polda Kaltim Kombes Indra Lutrianto Amstono, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Made Yoga Sudharma dan perwakilan Kadin Kaltim. (hul)