BALIKPAPAN-HS, warga Balikpapan Utara, kaget bukan kepalang. Uang yang dia tabung di celengan kaleng bekas biskuit sejak 2019 tiba-tiba raib.

Raibnya uang tersebut baru disadari HS pada Sabtu (30/7) petang, setelah mendapat cerita seorang rekan yang juga kehilangan uang jutaan rupiah secara misterius.

Kepada HS, sang rekan yang berinisial PU mengaku uang jutaan rupiah di celengannya raib tanpa jejak. PU menduga, raibnya uang tersebut karena diambil Tuyul. Awalnya, HS tak percaya dan menganggap PU bergurau.

"Sebelumnya saya memang beberapa kali kehilangan uang. Awalnya saya kira ulah keponakan, tapi ternyata bukan," ujar dia.

Akhirnya HS membuka celengan kaleng biskuit yang dia simpan di atas lemari. Ia sudah mulai menaruh curiga lantaran kaleng terasa ringan. Ia lantas meminta bantuan keponakan dan keluarganya untuk membuka kaleng dengan tang.

Benar saja, saat dibuka di bagian bawah kaleng, uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu yang dia tabung lenyap tanpa jejak.

"Saya itu kalau nabung paling sedikit setiap hari Rp100 ribu, kadang sekali nabung juga Rp200 ribu lebih. Saya juga catat setiap masukkan uang, jadi saya hitung-hitung di catatan itu ada 146 kali. Nah hitung aja sudah berapa, yang jelas pas saya bongkar itu cuma tersisa uang Rp50 ribu satu biji aja, sisanya pecahan Rp5 ribu,” terang HS.

Padahal, lanjut HS, kaleng biskuit tersebut dia tutup dan segel dengan lem besi. Satu-satunya lubang untuk memasukan uang ukurannya sangat kecil. Dia juga yakin, uangnya raib bukan karena diambil maling atau lupa.

"Mustahil ada yang bisa mengambil tanpa merusak tutupnya. Ini tutupnya tidak rusak sama sekali, begitu juga di bagian lain tidak ada yang rusak," katanya heran.

Tak tanggung-tanggung, jumlah uang yang hilang mencapai belasan juta rupiah. Uang itu merupakan hasil dia menabung sejak 2019 silam. Kini, yang tersisa dari celengan tersebut hanya Rp 50 ribu.

Rupanya tidak hanya HS saja yang kehilangan uang secara misterias, adiknya pun kerap kehilangan uang yang disimpan di rumah secara misterius. Sehingga kuat dugaan uang tersebut dicuri oleh tuyul. 

“Ya tidak tahu sudah, percaya enggak percaya, tapi ya mau gimana lagi. Jejaknya pun nggak ada, bingung juga. Ternyata orang-orang sini juga suka hilang uangnya, adik saya juga, cuma nominalnya ratusan ribu aja,” ujar HS. 

Ditanya kenapa tak menyimpan uangnya di bank, HS mengaku uang tersebut disiapkan untuk keperluan mendadak. "Ada juga saya simpan di bank beda," kata dia.

PU, korban lainnya, mengaku juga mengalami kejadian serupa. Uang celengan sang istri juga nyaris raib semua. Dari pecahan Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, Rp 50 ribu dan 100 ribu yang ditabung, saat dibuka hanya menyisakan pecahan Rp 5 ribu, Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu.

"Ya pasti terkejut, kok tinggal pecahan kecil saja. Yang Rp 50 ribuan sama Rp 100 ribuan hilang semua," kata PU.

Warga Jalan Soekarno-Hatta KM 4 ini mengaku, uang tersebut merupakan hasil kerja sampingan sang istri sebagai tenaga kesehatan, seperti merawat luka hingga bayi dari rumah ke rumah.

Ia juga yakin pelakunya bukan maling, sebab celengan miliknya tak mengalami kerusakaan sama sekali. "Tidak bisa dijelaskan secara logika (hilangnya)," kata PU.

Uang tersebug sengaja dipisahkan dengan pemasukan gaji bulanan supaya tahu dapat berapa dari sampingan itu dan sudah berjalan dua tahun terakhir.

"Ya karena penasaran sudah dapat berapa akhirnya kami bongkar Sabtu (30/7) sore kemarin. Eh pas dibuka kaget lah kami, uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu-nya hilang," kata PU.

"Karena kaget akhirnya saya share kejadian ini ke grup whatsapp, di situ ada temen saya HS. Beberapa minggu sebelumnya, dia sempat ngeluh sering kehilangan uang. Awalnya saya bilang paling dicuri orang. Ga percaya (kalau ulah tuyul)," lanjut PU.

Mendapat informasi dari PU, HS langsung membongkar celengannya. Benar saja, uang belasan juta milik HS di kaleng biskuit juga raib. (hul)