BALIKPAPAN-Bukannya mengajarkan akhlak yang mulia, JML (46) yang merupakan guru ngaji keliling di Balikpapan justru melakukan pencabulan kepada salah satu santriwatinya, Sabtu (30/7) malam.

Akibat ulahnya JML kini harus mendekam di balik jeruji Mapolresta Balikpapan. Hukuman penjara 15 tahun sudah menanti laki-laki yang tinggal di Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota ini.

Kasat Reskrim Polresta Balikpapan, Kompol Rengga Puspo Saputro menerangkan, perilaku amoral JML bermula saat ia mengajar ngaji di sebuah rumah di Kelurahan Klandasan Ilir, Sabu (30/7) malam.

"Malam itu (Sabtu) dia mengajar ngaji tiga santri putri di salah satu rumah warga. Saat dua santri lainnya pergi keluar, JML melancarkan aksinya dengan memegang anggota tubuh korban yang masih berusia 12 tahun," beber Rengga saat rilis pengungkapan kasus, Kamis (4/8).

Merasa ketakutan, korban akhirnya kabur pulang ke rumah dan melaporkan kepada orang tuanya. Mendapat laporan sang buah hati, orang tua korban lalu membuat ke Polresta Balikpapan.

Rengga menjelaskan, tersangka merupakan duda yang sudah lama ditinggal meninggal istrinya. Selain pekerja swasta, setahun belakangan JML menjadi guru ngaji keliling di sekitar tempat tinggalnya.

"Motifnya ya karena sudah lama ditinggal istri, jadi ada kebutuhan yang tak tersalurkan," kata Rengga.

Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti jilbab milik korban, pakaian korban dan pakaian pelaku.

Kepada awak media, tersangka mengaku meraba bagian dada korban. "Meraba saja. Bagian dada," kata dia. (hul)