BALIKPAPAN – Duka atas kepergian Imdaad Hamid yang meninggal dunia pada Rabu (3/8) juga dirasakan Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono. Saat bertakziah ke rumah duka di Jalan Wiluyo Puspoyudo Nomor 1, Budiono sembari mengenang sosok Wali Kota Balikpapan Periode 2001 – 2011 tersebut.

Bagi Budiono, jasa almarhum begitu besar kepada Balikpapan. Imdaad salah satu bapak pembangunan yang dimiliki Bumi Etam. “Seperti mencetuskan konsep Madinatul Iman yang kini menjadi pedoman dalam pembangunan kota,” katanya.

Kemudian hal yang tidak kalah penting, Imdaad adalah pemimpin yang tegas menolak kegiatan tambang di Balikpapan. Sehingga lahir perda larangan tambang, salah satunya inisiasi almarhum. “Itu yang bisa dikenang dan warisan yang harus kita jaga,” sebutnya.

Hal ini membuat pembangunan Balikpapan tetap memperhatikan lingkungan. Budiono mengatakan, Imdaad sosok orang yang santun dan ramah. Sebagai kepala daerah banyak memberikan contoh baik dan menginspirasi.

Politikus PDIP ini juga merasa memiliki kedekatan emosional dengan almarhum.  Mengingat PDIP pernah mengusung Imdaad Hamid saat menjadi Wali Kota Balikpapan pada periode 2006 – 2011. Kala itu periode kedua kepemimpinannya.

Budiono juga mengenal sosok Imdaad sebagai ketua PA Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Balikpapan. Almarhum tak segan berbagi ide dan pemikiran kepada organisasi mahasiswa. “Jadi kami ada kedekatan emosional. Saya turut merasa kehilangan sosok panutan,” pungkasnya. (din/ADV)