BALIKPAPAN – Salah satu tokoh pembangunan Balikpapan, Imdaad Hamid meninggal dunia pada usia 78 tahun. Kabar duka ini disampaikan keluarga pukul 00.30 WIB, Rabu (3/8). Imdaad menghembuskan nafas terakhir di Jakarta.

Jenazah tiba di rumah duka yang berlokasi di Jalan Wiluyo Puspoyudo Nomor 1 Balikpapan Kota sekitar pukul 14.30 Wita. Wali Kota Balikpapan Periode 2001 – 2011 ini dikebumikan di Tempat Makam Pahlawan (TMP) Dharma Agung.

Prosesi pemakaman dilakukan secara kedinasan. Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Balikpapan dan unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) mengantarkan Imdaad hingga tempat peristirahatan terakhirnya.

Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh turut hadir hingga di lokasi pemakaman. Dia mengenang sosok Imdaad sebagai orang yang santun. Namun penuh canda tawa. “Saya sering komunikasi karena beliau orang yang santun dan humanis,” ucapnya.

Walau diskusi yang dibangun serius terkait pembangunan kota, Imdaad bisa menjadi lawan bicara yang baik. Sebab obrolan sembari diselingi banyak canda tawa.

Menurutnya Imdaad adalah figur tokoh masyarakat dan pemimpin yang baik. "Senantiasa mendampingi rakyat baik selama menjabat wali kota dan purna tugas konsisten membangun Balikpapan," ujarnadv)

Bahkan sampai telah pergi meninggalkan dunia, almarhum masih dikenang dan dicintai warga Kota Minyak. "Karena dia pemimpin daerah yang luar biasa," sebutnya.

Sebagai informasi, Imdaad Hamid menjabat Wali Kota Balikpapan selama dua periode. Periode pertama 2001 - 2006, Imdaad Hamid menjabat wali kota dengan wakil wali Kota Balikpapan Mukmin Faisyal. Kemudian periode kedua 2006 - 2011, Imdaad terpilih kembali menjadi wali kota berpasangan dengan Rizal Effendi. (din/ADV)