BALIKPAPAN-Satgas Pamtas Yonarmed 18/Komposit dari Pos Aji Kuning, Sebatik, berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu seberat kurang lebih 1 kilogram, Jum’at (5/8). Diketahui sabu tersebut berasal Tawau, Malaysia.

Kapendam VI/Mulawarman, Kolonel Inf Taufik Hanif mengatakan, penggagalan penyeludupan sabu berawal dari Pasi Intel Satgas Pamtas Yonarmed 18/Komposit Lettu Arm Moch. Rizky Kurnia  yang mendapatkan informasi dari Kanit Opsnal Satreskoba Polres Nunukan, Ipda Disco Barasa, tentang adanya pergerakan WNI dari Tawau menuju Aji Kuning Sebatik yang diduga membawa Narkotika gol I. 

“Informasi tersebut ditindaklanjuti oleh anggota jaga dalduk di Pos Aji Kuning dengan meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan setiap kapal yang datang dari Tawau Malaysia. Setelah diadakan pemeriksaan oleh anggota pos jaga, berhasil ditemukan barang bukti sekaligus tersangka inisial DS, “ ujar Kapendam lewat keterangan tertulisnya, Jum’at (5/8) sore.

Dijelaskan Kapendam, anggota Jaga Dalduk melaksanakan pemeriksaan terhadap seorang pelintas batas yang membawa barang bawaan berupa tas ransel berwarna hitam. Saat dilaksanakan pemeriksaan pelintas batas tersebut terlihat gugup dan panik sehingga anggota jaga merasa curiga.

Selanjutnya anggota Jaga Dalduk menemukan 3 bungkus kemasan susu kedelai berukuran sedang di dalam tas. Pratu Edi Purnomo yang melaksanakan pemeriksaan menemukan bungkus susu soya dengan kemasan yang tidak rapi seperti sudah pernah di bongkar dan ditutup kembali.

Merasa curiga, Praka Wahyudi Setyawan membuka ketiga bungkus kemasan susu soya, di mana pada bungkus pertama hanya berisi susu biasa dan pada dua bungkus berikutnya ditemukan barang yang diduga narkotika gol 1 jenis sabu, yang dibungkus menggunakan plastik bening.

Barang bukti berhasil didapat adalah 21 bungkus plastik ukuran sedang yang diduga berisi Narkotika Gol I jenis sabu dengan berat total kurang lebih 1.000 gram, dua buah HP, 1 buah Paspor, 1 lembar KTP atas nama tersangka DS, 1 buah dompet warna coklat, 3 kotak susu kacang soya sebagai pembungkus sabu. 1 buah tas gendong warna hitam dan uang tunai senilai Rp. 400.000.

Untuk proses hukum, tersangka  dan barang bukti selanjutnya di bawa Makotis yang selanjutnya diserahkan kepada Satreskoba Polres Nunukan.

“Ini prestasi luar biasa yang mereka berikan kepada negara dan TNI, menjelang purna tugas dimana mereka berhasil mengungkap peredaran narkoba. Adapun personel yang terlibat dalam pengungkapan peredaran narkoba tersebut adalah Kapten Arm Badrul Alam, Lettu Arm Moch. Rizky Kurnia H, Kopda Palma Putra, Kopda Windi Kriswanto , Praka Wahyudi Setyawan, Pratu Edi Purnomo", tuntas Kapendam. (hul)