BALIKPAPAN - DPRD Balikpapan dan Pemkot Balikpapan sepakat mengubah skema multiyears pembangunan RS Sayang Ibu. Tepatnya skema harus mundur dari rencana. Keputusan ini diambil dalam rapat paripurna yang berlangsung Kamis (18/8).

Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh menjelaskan, sebelumnya RS Sayang Ibu akan dibangun menggunakan skema tahun jamak pada 2022, 2023, dan 2024. Namun karena administrasi yang belum siap, maka skema pembangunan berubah. "Mundur menjadi mulai dari 2023, 2024, dan 2025 sampai APBD Murni. Sembari menunggu persiapan rampung," katanya.

Termasuk pembahasan anggaran karena skema pembangunan yang telah berubah. Abdulloh menambahkan, kesepakatan anggaran menunggu setelah semua admistrasi terpenuhi. Dia enggan merespons terkait skema pembangunan RS harus mundur akibat masalah sengketa lahan. Saat ini masalah lahan masih berproses di pengadilan antara Pemkot Balikpapan dan warga.

Menurutnya, masalah yang disampaikan hingga skema pembangunan harus mundur karena kendala administrasi. Artinya administrasi bukan hanya satu hal, namun bisa dari beberapa hal lainnya. "Kami lihat belum siap, jadi administrasi diselesaikan dulu baru tahun depan bisa running," ucapnya.

Selain membahas RS Sayang Ibu, pihaknya juga sepakat terkait kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara (KUA PPAS) 2023. Nantinya masih ada tahapan seperti nota penjelasan wali kota dan lainnya. Namun sementara ini, pembahasan KUA PPAS 2023 akan tertahan sementara. "Itu hold dulu sementara sampai di sini. Nanti kita lanjutkan setelah pembahasan APBD Perubahan 2022," bebernya. 

Abdulloh menuturkan, rencananya pembahasan APBD Perubahan 2022 akan mulai berjalan pada pekan depan. Sampai penetapan APBD Perubahan rampung, pihaknya baru membahas tahapan APBD Murni 2023. Mulai dari pandangan fraksi, jawaban wali kota, pendapat akhir fraksi, hingga penetapan dari RAPBD menjadi APBD 2023. (pro/din/adv)