BALIKPAPAN – Balikpapan menjadi tuan rumah Hari Olahraga Nasional (Haornas). Sehingga Kota Beriman akan dipadati oleh atlet, pejabat, hingga wisatawan. Ada pun kegiatan yang berjalan seperti Balikpapan 10K pada 4 September. Kemudian Festival Sandeq pada 9 September.

Sekaligus kegiatan puncak acara Haornas di Stadion Batakan pada 9 September.

Rencananya Presiden RI Joko Widodo juga akan menghadiri malam puncak Haornas. Total massa sekitar 20-30 ribu peserta.

Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle menyarankan agar Pemkot Balikpapan melakukan rekayasa lalu lintas.

Sebagai antisipasi terjadinya kemacetan di Balikpapan Timur. Mengingat Jalan Mulawarman menjadi satu-satunya akes jalan yang ada. Berkaca saat pertandingan Piala Pelajar Asia di Stadion Batakan pada 2019 lalu. “Luar biasa macet. Jadi kami selalu wanti-wanti soal akses ini,” sebutnya.

Dia menyarankan rekayasa jalur laut menjadi pertimbangan. Misalnya membuat akses di Semayang, Sepinggan, dan Batakan. “Tapi harus mempersiapkan jeti terapung. Saya yakin ini bisa terjadi dengan persiapan dan koordinasi bersama instansi terkait,” tuturnya.

Sabaruddin menyebutkan, pemerintah daerah juga perlu menyiapkan kuliner khas. Dia mengingatkan, beberapa tahun lalu Balikpapan pernah meraih MURI tentang makanan-makanan khas di Kota Minyak. Saat itu ada nasi goreng nanas, pepaya mini, mie tapioka.

“Seharusnya semua menu khas ini wajib disajikan. Baik di rumah makan maupun di restoran hotel,” ungkapnya. Menurutnya ini momen untuk menunjukkan bahwa Balikpapan sebagai tuan rumah Haornas bisa berupaya maksimal. Terakhir dia meminta promosi kegiatan Haornas bisa lebih gencar.

“Karena banyak yang tidak tahu kalau ada Haornas di Balikpapan. Kami minta kepada dinas seperti Diskominfo mulai promosi," tuturnya. Sehingga dampak event Haornas bisa meraup pendapatan asli daerah (PAD) secara optimal. (adv/pro/din)