BALIKPAPAN – Kelancaran pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara tidak lepas dari dukungan masyarakat adat. Di Kaltim, tokoh – tokoh adat pun sudah menyatakan komitmen mereka. Seperti yang disampaikan Anto Ibung, kepala Adat Dayak Tunjung Benuaq dan Bentian Kota Balikpapan.

Anto Ibung kepada awak media menyebut, berkenaan dengan pemindahan IKN, maka mewakili warga adat sangat bersyukur. Karena ke depan akan meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya warga adat di Kaltim utamanya di wilayah lembaga adat. 

“Pasti dampak positifnya dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat. Dan kami sebagai warga Indonesia ikut mendukung penuh pemindahan IKN ke Kaltim,” ungkap Anto Ibung, Selasa (20/9).

Namun Anto Ibung atas nama Lembaga Adat Dayak Tunjung Benuaq dan Bentian Kota Balikpapan tetap memberikan sejumlah catatan kepada pemerintah. Baginya, masyarakat Kaltim tidak meminta IKN dipindah, melainkan untuk kepentingan bangsa dan negara yang dicetus oleh pemerintah. Oleh karena itu pemindahan dan pembangunan IKN harus lepas dari kepentingan politik. Pun dalam prosesnya tetap mengutamakan putra – putri daerah yang memiliki kualitas dan keahlian di bidangnya. 

“Ikut terlibat langsung dalam pembangunan. Karena ini merupakan bagian yang bisa mengantisipasi terjadinya kesenjangan sosial antara pendatang yang bakal mengisi IKN dengan masyarakat asli daerah,” ucapnya

Pemerintah juga harus menghormati dan menjunjung tinggi hak adat dan hak Ulayat yang sudah dilindungi negara. Khususnya dalam penyelesaian masalah agraria. Jangan sampai ada pihak-pihak luar yang mengklaim tanah di Kaltim sehingga menimbulkan gesekan dengan warga adat di Kaltim.

“Ke depan saya akan mengumpulkan tokoh-tokoh adat yang ada di Kaltim untuk membahas hal-hal yang sekiranya bisa mengganggu dan menghambat pembangunan IKN,” jelasnya.

Anto Ibung menambahkan, ada keinginan agar pemerintah secara khusus membangun rumah adat Dayak. Sebagai pusat kesenian dan kebudayaan Dayak. Sehingga tradisi dan adat Dayak bisa lestari dan dikenal luas masyarakat Indonesia dan negara lain yang berkunjung ke IKN.

“Jangan sampai kesenian dan tradisi kami hilang dan tersingkir. Dan dengan pusat kesenian dan kebudayaan ini setidaknya ke depan akan membantu menambah pendapatan daerah,” sebutnya. (adv/rdh2)