BALIKPAPAN – Industri dalam bidang ekonomi harus dipersiapkan sebelum ibu kota nusantara (IKN) benar-benar beroperasi pada 2024 mendatang. Apalagi Balikpapan memiliki posisi sebagai beranda IKN.

DPRD Balikpapan mendorong para pelaku UMKM sebagai penggerak utama maju dan berkembang lebih massif. Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle mengatakan, total terdapat sekitar 70-95 ribu UMKM yang ikut andil dalam IKN.

“Ketika itu dimanfaatkan secara baik, ekonomi Balikpapan semakin baik,” ujarnya. Sehingga pendapatan asli daerah (PAD) Balikpapan juga meningkat. Terlebih UMKM memiliki banyak sektor mulai dari kerajinan, pariwisata, perhotelan, hingga transportasi.

“Kita sama-sama menyaksikan setiap hari, minggu, bulan, bagaimana saat akhir pekan hunian hotel semuanya terisi penuh,” imbuhnya. Begitu juga dengan transportasi di Kota Minyak.

“Misalnya transportasi online maupun private transportasi itu kadang ketersediaan masih kurang memenuhi permintaan,” imbuhnya. Menurutnya itu pertanda IKN sudah semakin dekat dan menggeliat di Balikpapan.

Pihaknya meminta kepada para pelaku UMKM segera bergegas membenahi diri. “Ambil momen ini untuk kesejahteraan kita bersama-sama,” katanya. DPRD Balikpapan bergegas punya inisiatif mendapat ide-ide kepada para pelaku UMKM.

Dia mengajak UMKM bersama wakil rakyat di legislatif untuk merumuskan bersama-sama dalam mempersiapkan diri jelang kehadiran IKN. “Ini adalah golden moment, golden opportunity yang harus diambil. Semua elemen yang ada memanfaatkannya,” tandasnya. (adv/din)