BALIKPAPAN - Momen pertemuan DPR RI dan Kemenpora di Kota Beriman untuk sosialisasi undang-undang keolahragaan diharapkan bisa memberikan manfaat lain. Terutama soal masalah KONI Balikpapan yang memiliki dua kubu.

Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh mengatakan, seharusnya KONI Balikpapan dari dua pihak bisa hadir untuk menyampaikan aspirasi. Khususnya agar atlet Kota Minyak bisa berangkat ke Berau mengikuti Porprov 2022. 

Abdulloh berharap, Balikpapan segera ada solusi untuk masalah tersebut. Namun kedua pihak harus bisa duduk bersama mencari solusi demi olahraga di Balikpapan. “Jadi masing-masing kubu tinggalkan dulu jauh-jauh,” katanya.

Kemudian duduk bersama menyelesaikan permasalahan terkait. Dia pun sudah berpesan kepada Wakil Ketua Komisi X Hetifah dan perwakilan Kemenpora selaku perancang undang-undang. Salah satunya bisa menyelesaikan permasalahan di KONI Balikpapan.

Bagaimana agar Balikpapan juga ikut serta harus duduk bersama. “Jadi egosentris mereka masing-masing harus dilepaskan dulu lah demi kontingen Balikpapan. Kita tetap mendukung,” bebernya.

Menurutnya DPRD Balikpapan sudah melakukan tugas. Pertama terkait penganggaran. Kedua soal pengawasan. Dia mengatakan, sebenarnya sudah beberapa kali pernah dilakukan pertemuan tp hingga kini masih masing-masing.

“Pemerintah tidak bisa memutuskan apa-apa kalau masih ada kategori dualisme,” sebutnya. Abdulloh berharap, pengertian dualisme sendiri mudah-mudahan bisa dipecahkan dalam UU Nomor 11 Tahun 2022.

Sementara itu, ada kabar pelaksanaan Porprov 2022 akan diundur karena menunggu administrasi atlet Balikpapan rampung. “Jangan hanya permasalahan Balikpapan terus kemudian dikorbankan yang lain juga,” pangkasnya. (din)