BALIKPAPAN – Sekretariat DPRD Balikpapan bakal merilis aplikasi sistem digital melayani (Si Dilan). Sebagai bentuk peningkatan layanan terhadap pimpinan dan anggota dewan.

Selain berlaku internal, aplikasi ini juga menyediakan kanal yang tersedia untuk publik. Program ini diinisiasi oleh Sekretaris DPRD Balikpapan Irfan Taufik. Dia mengatakan, pihaknya melakukan digitalisasi terhadap 10 layanan sekaligus.

Semua tertuang dalam Si Dilan. Program jangka pendek tahun ini akan launching 6 dari 10 layanan digital. Sebagian besar memang untuk memudahkan kepengurusan internal DPRD Balikpapan.

Namun pihaknya turut menyediakan layanan untuk publik dalam Si Dilan. Sehingga dalam laman Si Dilan nantinya terbagi beberapa kanal. Ada yang bisa diakses untuk internal DPRD Balikpapan.

Kemudian ada kanal untuk publik, salah satunya sistem informasi aspirasi publik (SIAP). "Kami akan publish dan launching nomor WhatsApp, email, dan kanal website untuk warga menyampaikan aspirasi," ujarnya.

Rencananya SIAP akan launching pada hari ini, Kamis (27/10). Sementara untuk kanal yang berlaku internal di antaranya e-reses. Selama ini reses hanya tercatat manual, kini pihaknya sedang melatih staf untuk bisa mengoperasikan aplikasi tersebut.

"Apa saja yang diusulkan masyarakat, berapa volume atau jenis program yang diusulkan," sebutnya. Misalnya mengusulkan infrastruktur seperti jalan, drainase, jembatan atau lainnya.

Selanjutnya ada e-pokir yang berisi pokok pikiran DPRD Balikpapan. Sebelumnya e-pokir hanya dilakukan manual, kini dengan sistem aplikasi bisa memudahkan pimpinan dan anggota menuangkan pokir. Kemudian sekretariat akan melakukan verifikasi.

Kanal lainnya ada e-paper untuk memudahkan surat menyurat dari alat kelengkapan dewan (AKD). Mengingat wakil rakyat kerap ke luar kota baik melakukan konsultasi, bimbingan teknis, dan lainnya.

Ketika pimpinan tidak berada di Balikpapan, dia masih bisa melakukan disposisi surat melalui kanal e-paper. "Jadi tidak terikat ruang dan waktu, surat menyurat tetap bisa berjalan secara digital," sebutnya.

Selanjutnya ada e-risalah mencatat semua kegiatan atau rapat. Ketika kegiatan selesai bisa langsung print out. Sehingga semua transparan dan tidak ada pembahasan yang terlewat. Terakhir e-arsip yang menyimpan arsip secara elektronik.

Jika selama ini arsip berbentuk hard copy atau kertas yang bisa menumpuk dan makan tempat. Termasuk pendataan aset bisa menggunakan QR code. Irfan menuturkan, semua sistem ini dibuat dalam rangka mendukung visi misi pemerintah kota.

Tepatnya visi pertama menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik. Caranya dengan menghadirkan layanan cepat, tepat, akuntabel, efektif, dan efisien. Sistem yang dibuat untuk mewujudkan layanan sesuai visi tersebut.

"Saat ini kami beri pelatihan untuk pegawai atau SDM dulu. Rencana pertengahan November aplikasi sudah bisa berjalan optimal," pungkasnya. (adv/din)