BALIKPAPAN-Inspeksi mendadak yang dilakukan Komisi 3 DPRD Kota Balikpapan di dua proyek pembangunan drainase, Selasa (15/11) pagi, menyisakan sejumlah catatan.

Di Jalan MT Haryono (Global Sport), legislator kecewa dengan lambannya pengerjaan proyek. Hingga pekan kedua November, progresnya baru mencapai 0,9 persen. Padahal, jika sesuai target, harusnya progres proyek yang dikerjakan PT Fahreza Duta Perkasa ini sudah menyentuh angka 10 persen.

Progres yang tak signifikan ini membuat Komisi 3 DPRD Balikpapan pesimistis, proyek dapat berjalan sesuai target, yakni 32 persen pada akhir tahun nanti.

Di Perumahan Wika, proses pembuatan drainase tak kalah membuat geram anggota DPRD Balikpapan.

Bagaimana tidak, galian sepanjang kurang lebih 50 meter dengan kedalaman 2 meter lebih terendam air hujan. Yang lebih disayangkan, tak ada upaya kontraktor untuk mengatasi genangan, setidaknya sampai sidak selesai.

"Ini (Wika) yang paling bahaya, di depan rumah warga ada genangan cukup dalam begitu. Padahal di rumah ada anak kecil, kebayang kalau tiba-tiba jatuh dan tidak bisa berenang," kata Fadlianoor, Anggota Komisi 3 DPRD Kota Balikpapan.

Fadlianoor makin geram lantaran tak ada upaya berarti yang dilakukan untuk mengantisipasi resiko kecelakaan. Tampak hanya pita police line yang dipasang di sepanjang galian yang tergenang.

"Bukan lagi minim safety, ini tidak ada safety-nya," kata politikus PDI Perjuangan ini.

Pihaknya menegaskan bakal memanggil seluruh pihak yang terlibat dalam proyek ini, mulai dari kontraktor pelaksana, kontraktor pengawas hingga Dinas Pekerjaan Umum, pekan depan. (hul)