ADV Diskominfo Kukar

 

Teks Foto : Wakil Bupati Kukar meninjau lokasi rencana pembangunan patung Presiden Republik Indonesia kepertama, Soekarno yang terletak di simpang tiga Jembatan Sangasanga (Istimewa)

 

Pemkab Kukar akan Abadikan Sosok Soekarno Sebagai Patung di Sangasanga

 

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berencana mengabadikan sosok Presiden Republik Indonesia kepertama, Soekarno dalam bentuk patung. Rencana ini sendiri akan direalisasikan di Kota Juang milik Kukar, Kecamatan Sangasanga. Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin meninjau langsung simpang tiga Jembatan Sangasanga eks Klinik Pertamina yang direncanakan  akan menjadi lokasi pembangunan patung Soekarno, Rabu (16/11).

Kedatangan Rendi di Kota Juang disambut oleh Camat Sangasanga Dachriansyah, Senior Manager Field Sangasanga Gondo Irawan dan Tim Survey Rencana Pembangunan patung Soekarno yang terdiri dari Bappeda, PU dan beberapa Dinas terkait. Rendi sendiri mengatakan digagasnya rencana ini adalah untuk mengabadikan sosok pejuang kemerdekaan tersebut di Kota Pahlawan Kalimantan Timur, yakni Kecamatan Sangasanga.

“Saya ingin kedepannya Sangasanga selain menjadi Kota Pahlawan juga bisa menjadi Kota Wisata Juang,” ungkap Rendi.

Rendi mengatakan dengan status Kota Pahlawan yang disandang Sangasanga, nantinya daerah tersebut dapat menjadi pusat kunjungan wisatawan.  Selain mengunjungi monumen dan peninggalan hasil perjuangan para pejuang kemerdekaan, pelancong wisata juga bisa mengenali ciri khas lain Sangasanga seperti bidang kuliner. 

Salah satunya adalah mencicipi hasil olahan masyarakat Sangasanga, yakni gula gait. Rendi mengatakan rencana ini dapat menghasilkan multiplier effect bagi masyarakat sekitar. Dan untuk mewujudkan rencana tersebut, Rendi berharap pihak Pemerintah Kecamatan setempat bisa berkolaborasi dengan pihak swasta yang ada di Sangasanga untuk mengelola sektor pariwisata maupun pengembangan SDM dan UMKM secara profesional.

“Mari kita bergerak cepat melakukan pembangunan ini, jangan hanya berdiam diri tetapi menjemput bola, contoh daerah lain yang memiliki sejarah yang sama serprti Surabaya sehingga pengelolaan dan pengembangan Kecamatan Sangasanga bisa betul-betul terwujud,” tutup Rendi. (adv/moe)