BALIKPAPAN-Belasan pelajar dari SMK Bina Prestasi menggelar doa bersama untuk Rayhan Nadif, siswa kelas X korban tenggelam yang hilang di Pantai Monpera, Balikpapan.

Doa bersama dilakukan Sabtu (19/11) pagi. Mereka berharap proses pencarian berlangsung lancar dan Rayhan dapat ditemukan.

Wakil Kepala Sekolah SMK Bina Prestasi Darmen Sihotang mengatakan, siswa dan siswi yang menggelar doa bersama sebagian besar merupakan teman kelas Rayhan.

"Mereka inisiatif menggelar doa bersama di Pantai Monpera ini. Semoga Rayhan bisa segera ditemukan tim SAR," kata Darmen.

Fadil, salah satu teman sekelas Rayhan mengaku kaget saat mendengar kabar rekannya hilang saat berenang di Pantai Monpera. Apalagi, Fadil mengaku sempat bersenda gurau dengan korban saat berada di sekolah.

"Pagi hari saya masih ketemu Rayhan, masih bercandaan saya cubit perutnya sambil tertawa," kenang dia.

Rayhan, sebut Fadil juga merupakan sosok teman yang baik hati dan ramah. Tak hanya itu, korban juga merupakan salah satu murid yang tergolong pintar di kelas.

"Dia termasuk yang pintar di kelas. Semoga Rayhan bisa segera ditemukan," terang dia.

Di sisi lain,  proses pencarian korban tenggelam di Pantai Monpera, Balikpapan Kota, atas nama Rayhan Nadif kembali dilanjutkan Sabtu (19/11) pagi.

Komandan Regu Pencarian, Dwi Adi Wibowo mengatakan, pencarian hari kedua ini akan dilakukan pada radius 3 nautical mile dari lokasi kejadian.

"Tim pencarian akan dibagi di sejumlah titik agar pencarian lebih efektif. Ada tim dari Basarnas, Polair, TNI AL maupun Banda," kata dia.

Pada hari kedua ini, regu pencarian Basarnas Balikpapan juga menggunakan alat dengan teknologi sonar, Aqua Eye.

"Penggunaan aqua aye agar proses pencarian korban lebih mudah," katanya.

Diberitakan sebelumnya, satu pelajar atas nama Iwan Setiawan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, setelah sebelumnya tersapu ombak saat berenang di Pantai Monpera, Balikpapan Kota, Jum’at (18/11) sore. Sementara satu pelajar lainnya, atas nama Rayhan Nadif, dinyatakan hilang.

Kasat Polair Polresta Balikpapan AKP Kasiono mengatakan, sebelum tenggelam, Iwan dan Nadif berenang bersama kawannya, yakni Akhmad Akhil dan Nandita yang berada di pingir pantai sekira pukul 15.00 Wita. 

Saat asik berenang, tiba-tiba saja ombak tinggi menerjang dan menyeret tiga pelajar laki-laki, Iwan, Nadif dan Akhmad. Nama terakhir berhasil selamat. Namun nahas bagi Iwan dan Rayhan yang terseret gelombang hingga ketengah.  (hul)