SANGATTA – Gempa Bumi mengguncang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar), pada 21 November lalu, masih menyisakan luka yang mendalam. Ya, gempa berkekuatan 5,6 Magnitudo itu terjadi di koordinat Lintang 6.84 dan Bujur 107.50 BT dengan kedalaman 10 Kilometer.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa telah meminta korban jiwa lebih 300 orang, luka-luka lebih 2.000 dan lebih dari 62.000 warga harus mengungsi. Sementara jumlah rumah yang rusak lebih besar daripada 56.000.

Melihat kondisi tersebut, PT Indexim Coalindo bergerak untuk ikut mendukung proses pemulihan pasca gempa. Perusahaan tambang batu bara di Kalimantan Timur ini, mengirimkan tim Emergency Response dan Paramedis ke lokasi terdampak gempa. Tim ini diberangkatkan ke lokasi Senin, 28 November 2022.

“Ini merupakan bentuk bela rasa dan solidaritas kami kepada sesama anak bangsa, yang sedang dilanda bencana,” kata Danang Nur Hartoyo, Superintendent Health Safety and Environment PT Indexim Coalindo, yang mengkoordinasikan mobilisasi tim Emergency Response dan Paramedis ketika berangkat dari lokasi tapak operasi perusahaan di Kaliorang, Kutai Timur, menuju Cianjur.

Tim tersebut, kata dia, akan bekerja bahu-membahu dengan berbagai unsur masyarakat lainnya di Cianjur. Terutama membantu pemulihan warga pasca bencana. Hal ini juga sejalan dengan Surat Edaran dari Kementerian ESDM No. 7.E/MB.07/DBT.KP/2022, per 22 November 2022 tentang Bantuan Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Cianjur.

“Sebagai bagian dari warga perusahaan, PT Indexim Coalindo ikut berkontribusi untuk pemulihan pasca bencana. Semoga warga Cianjur terbantu dan kondisi menjadi lebih baik,” tutup Ditto Santoso, Manajer CSR dan Community Development PT Indexim Coalindo. (pms/dq)