Kabar duka yang datang dari atlit cabang olahraga Taekwondo Kabupaten Penajam Paser Utara menyelimuti pelakasanaan kegiatan Pekan Olahraga ke VII Provinsi Kalimantan Timur yang diselenggarakan di Berau November ini. Seorang ofisial yang bernama Odi Sanjaya Putra menghembuskan napas terakhirnya setelah mengalami kritis pasca kecelakaan bus rombongan atlet PPU yang masuk jurang di kawasan Gunung Kelay, Kabupaten Berau Kamis 17/11/2022.

Dalam pembukaan kegiatan Porprov VII Kaltim, 26/11/2022 yang diadakan di Stadion Olympic Mini Teluk Bayur yang dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, dan Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan, Rini Suryani memberikan santunan kematian kepada ahli waris Alm. Odi Sanjaya Putra, korban meninggalnya kecelakaan bus rombongan atlet PPU.

Odi Sanjaya Putra tengah mengawal atlet yang akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kaltim. Deputi Direktur Wilayah Kalimantan BPJS Ketenagakerjaan, Rini Suryani menyebut, adapun santunan yang diberikan sebesar Rp 209,5 juta. Berupa jaminan kecelakaan kerja (JKK) sebesar Rp 70 juta dan beasiswa pendidikan sebesar Rp 139,5 juta kepada anak-anak yang ditinggalkan sampai mereka lulus di perguruan tinggi.

“Jadi kami berikan santunannya kepada ahli waris yang ditinggalkan, supaya mereka tidak kesusahan secara ekonomi karena ditinggalkan oleh kepala keluarga,” kata Rini Suryani.

Diketahui, bus yang dikendarai oleh atlet dan official cabor Taekwondo dari Penajam Paser Utara mengalami kecelakaan di Jalan Poros Kelay pada Kamis (17/11/2022) lalu, saat hendak menuju Kabupaten Berau untuk mengikuti Porprov VII Kaltim. Para korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai. Almarhum Odi termasuk salah seorang yang mengalami kecelakaan serius, sempat dilarikan ke Kota Tarakan. Namun, akhirnya tidak tertolong dan menghembuskan napas terakhir.

“Kami terus berkomitmen untuk semaksimal mungkin bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur dan stakeholder terkait, bersinergi supaya program-program BPJS Ketenagakerjaan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat”, tambah Rini.

Karenanya, Ia mengimbau kepada para atlet dan pelatih seluruh kabupaten/kota yang mengikuti di Porprov VII Kaltim untuk bisa terlindungi semua dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Dari 10 kabupaten/kota, hanya Kabupaten Mahakam Ulu dan Kutai Timur saja yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Adapun dari sekitar 10.000 orang yang berpartisipasi pada Porprov, ada 3.000 orang lagi yang belum terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.

“Alhamdulillah, yang lain sudah mendaftar. Tapi, sangat disayangkan karena masih ada yang belum, karena semua memiliki risiko yang sama,” ucapnya.

“Menjadi harapan kami, semua atlet, pelatih hingga official bisa segera mendaftar juga,” harapnya.

Ditempat terpisah, Bupati Penajam Paser Utara Hamdan Pongrewa mendatangani ahli waris Odi Sanjaya Putra di kediaman ahli waris didampingi oleh Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan, Tito Hartono.

“Kami sangat mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan atas manfaat yang diberikan kepada ahli waris almarhum dengan total santunan yang diterima sebesar Rp. 209.500.000,-.

Bupati menyampaikan pentingnya BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat yang datang di acara pemakaman almarhum dan berharap tidak terjadi lagi kejadian serupa. Pemerintah Kabupaten PPU juga memberikan santunan 25 juta dan lowongan pengganti bagi anggota keluarga almarhum untuk mengisi pekerjaan almarhum sebelumnya. (pro)