SAMARINDA - Kepala Gudang Perumdam Tirta Kencana Samarinda Lukman menjelaskan terhentinya layanan air bersih di Jl Pangeran Suryanata terutama di Gang Tinggiran akibat dampak dari perbaikan kebocoran pipa induk di Ring Road 2 atau Jl Ir H Nusyirwan Ismail. 

Saat ini, perbaikan pipa induk terus dikebut dan cukup memakan waktu beberapa hari ini akibat medan di lapangan yang sulit dan runtuhnya galian. 

"Sudah dalam penanganan sejak hari Jumat siang sampai saat sekarang. Pekerjaan terkendala dengan medan yang sulit antara lain. Karena posisi (pipa induk yang diperbaiki) di bawah cor semen juga dinding galian yang berulang runtuh. Untuk itu dibantu dengan penggunaan alat berat," kata Lukman, Senin (5/12/2022). 

Sebuah video rekaman seorang warga di RT 39 Kelurahan Air Putih Kecamatan Samarinda Ulu tengah mandi di parit, viral di media sosial. 

Dalam video, warga diketahui bernama Haji Asra 56 tahun sedang asyik mengusap sabun di tubuhnya mandi air mengalir di parit karena aliran air bersih di rumahnya sudah mati selama 4 hari. 

Lukman menambahkan Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana Samarinda Nor Wahid Hasyim turut beberapa kali terjun ke lapangan menangani perbaikan pipa induk Ring Road 2 agar layanan air bersih di Jl Pangeran Suryanata kembali normal. 

"Direktur datang bersama Dewan Pengawas, Staf Ahli dan Manajer Distribusi. Hari ini Direktur Utama untuk kesekian kali datang berkunjung utk memberi support juga arahan kepada rekan pekerja yg stay di lokasi sejak hari jumat siang," katanya. 

Sementara itu, Camat Samarinda Ulu Muhammad Fahmi meminta warga bisa bersabar atas terjadinya matinya layanan air bersih di Jl Pangeran Suryanata. Dan mengimbau warga tidak melakukan mandi di parit karena kondisi air yang kotor. 

Dirinya juga menemui warga yang viral mandi menggunakan air parit itu. “Saya mau buktikan kenapa mandi di parit? Ternyata PDAM empat hari tidak mengalir. Saya minta yang bersangkutan jangan lagi mandi di parit. Perlu air, saya bisa datangkan air tandon,” katanya. 

"Mudah-mudahan tidak lama lagi air mengalir. Saya harap warga bersabar. Tergantung perbaikan yang ada, dan cukup berat karena menggunakan ekskavator. Tadi juga saya mengimbau warga agar tidak menggunakan air parit untuk mandi. Dilihat jernih tapi tidak layak. Ini jangan sampai terjadi lagi. Ini memalukan pemerintah kota, memalukan kita semua. Kita ingin sadarkan masyarakat ini, kalau ada apa-apa (perlu air bersih) laporkan ke Lurah,” ujar Fahmi.