PROKAL.CO,

BALIKPAPAN - Seorang pria berinisial BN (50) diamankam aparat usai menyampaikan komentar buruk terkait kejadian laka kapal selam milik TNI AL, KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali beberapa waktu lalu. BN dilaporkan oleh Damdenpom Lanal  Balikpapan dan sekarang ditindaklanjuti oleh Mapolresta Balikpapan.

Kejadian bermula saat BN menulis komentar di media sosial terkait tenggelamnya KRI yang diawaki 53 prajurit TNI AL kemarin, Selasa (28/4). Atas tindakannya tersebut akhirnya membuat banyak pihak meradang.

"Kami terima laporan pengaduan terkait adanya warga Balikpapan yang memberikan komentar terkait tenggelamnya KRI Nanggala-402, dan itu mencemarkan nama baik TNI AL khususnya di Balikpapan. Pelaku sendiri langsung diamankan," kata Kasat Reskrim Polresta Balikpapan, Kompol Rengga Saputra di Mapolresta Balikpapan pada, Rabu (28/4).

Lanjut Rengga, karena merasa khawatir tak sampai 10 menit komentar itu bertengger, tak lama langsung dihapus oleh BN. Merasa bersalah, BN pun berinisiatif menyerahkan diri ke Lanal Balikpapan.

"Pelaku mengakui kesalahannya dan sudah meminta maaf juga kepada TNI AL," tambah Rengga.

Dihadapan awak media, BN menyampaikan permohonan maaf atas apa yang telah ditulisnya di media sosial. Ia mengakui komentar yang dibuatnya telah menyakiti hati TNI AL yang sedang berduka.

"Saya mengakui kesalahan saya dan meminta maaf di akun facebook saya pada tanggal 24 Apri 2021 terkait pencemaran nama baik masalah tenggelamnya kapal Nanggala 402. Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut dan memohon maaf terhadap TNI Angkatan Laut Indonesia," ucapnya dihadapan awak media.

Sementara itu Dadenpom AL Balikpapan, Mayor Laut (PM) Untung Sutrisno yang hadir di Polresta Balikpapan mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum ke polisi. Ia berharap dengan kejadian ini masyarakat semakin bijak dalam menggunakan media sosial.

"Pelajaran kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa dalam bermedsos sebaiknya bijak, karena institusi TNI AL sangat dirugikan. Kami sangat terpukul, kami sedang berduka tetapi ada orang-orang yang tidak bertanggungjawab mencuit di facebook yang tidak pantas dilakukan oleh mereka," pungkasnya. (rin/pro)