PROKAL.CO,

BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus melakukan evaluasi untuk menindaklanjuti pelaksanaan salat Idul Fitri di tahun ini. Nantinya akan ada tiga alternatif yang dijadikan pegangan oleh Pemkot Balikpapan jika jumlah kasus Covid-19 meningkat.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, tidak menutup kemungkinan jika jumlah kasus mengalami kenaikan, maka salat Idul Fitri akan dilaksanakan di rumah. Sesuai dengan anjuran dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Masih dievaluasi. ada kemungkinan kalau kasus meningkat kita ikuti imbauan majelis ulama indonesia, lebih baik di rumah. Atau bisa jadi ada pembatasan hanya di masjid saja," kata dia, saat ditemui usai press rilis kemarin, Selasa (27/4).

Lanjut dia,bisa jadi juga akan ada pembatasan bagi perempuan, anak-anak, dan orang tua yang melaksanakan salat Idul Fitri di rumah. Sedangkan laki-laki melaksanakannya di masjid.

"Kemungkinan tiga alternatif itu. Atau kemungkinan bisa dengan pembatasan seperti saat ini, tinggal lihat perkembangan di minggu terakhir Ramadan," tuturnya.

Maksudnya, kata dia, pembatasan yang dilakukan sesuai dengan zona yang ada ditiap kawasan di Kota Balikpapan.

"Kalau ada wilayah yang merah atau orange tidak diperkenankan ibadah di rumah ibadah. (Untuk zona) bisa zonasi, bisa keseluruhan. Nanti kita lihat," ujarnya.

Ia mengingatkan, agar masyarakat tak lengah dengan kondisi sekarang yang menunjukkan penurunan jumlah kasus. Dengan belajar dari kasus "Tsunami Covid-19" yang ada di India.

"Lebih baik mengantisipasi. MUI juga sudah imbau di rumah saja," tutupnya. (rin/pro)