PROKAL.CO,

BALIKPAPAN – Mengatasi kebutuhan biaya penanganan Covid-19, Pemkot Balikpapan sebelumnya telah memberi sinyal. Refocusing anggaran kembali dilakukan tahun ini.  

Menanggapi hal ini, anggota Komisi II DPRD Balikpapan Syukri Wahid mengatakan, jika kebutuhan penanganan pandemi belum masuk dalam anggaran APBD murni 2021. Maka pemerintah bisa segera melakukan refocusing anggaran.

“Saya pernah dengar Rp 50 miliar. Tapi sampai hari ini DPRD sebagai lembaga belum pernah menerima info ini,” ucapnya. Syukri menjelaskan, refocusing masih bisa dilakukan meski sebentar lagi kepala daerah Balikpapan akan berganti.

Dia menuturkan, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi bisa melakukan refocusing selama belum habis masa jabatan 30 Mei mendatang. Kemudian refocusing juga bisa dilakukan sampai APBD Perubahan belum diketok alias sah.

“Karena kalau sudah lewat mekanisme perubahan dicapai, tidak ada lagi perubahan setelah perubahan,” tuturnya. Syukri menambahkan, APBD Perubahan biasanya disahkan sekitar Agustus.

“Jadi kalau refocusing sebelum Agustus namanya persetujuan mendahului anggaran. Nanti kita akan salin di dalam pembahasan perubahan. Itu tidak apa-apa,” ujarnya. Dia menyebutkan, potensi untuk refocusing sangat besar.