PROKAL.CO,

BALIKPAPAN – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada hari ini, Sabtu (1/5), BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Balikpapan menyerahkan bantuan kepada para pekerja. Sebanyak 1.500 paket sembako diberikan langsung kepada para pekerja sebagai bentuk kepedulian di tengah pandemik COVID-19.

Deputi Direktur Kanwil Kalimantan BPJS Ketenagakerjaan Arif Azhari menuturkan, pihaknya memanfaatkan momentum May Day ini untuk meningkatkan sinergi dengan serikat buruh maupun para pekerjanya. Dengan tetap memberikan perhatian kesejahteraan pekerja meski disituasi seperti sekarang ini.

“Deengan tema “May Day di Era Krisis, Momentum Peningkatan Layanan dan Manfaat Kepada Pekerja Indonesia”, tujuannya untuk membantu tenaga kerja di Indonesia ditengah pandemic COVID-19, baik yang masih aktif maupun yang bekerja di rumah, atau yang terkena PHK, serta mempererat silahturahmi sehingga masyarakat lebih mengenal BPJamsostek beserta program-programnya,” tuturnya Arif, saat menyampaikan sambutannya.

Ada 17 rib paket sembako yang dibagikan kepada pekerja Indonesia. Dengan rincian, 1.500 sembako untuk wilayah Kalimantan dan 300 sembako untuk Kota Balikpapan.

“Harapannya silahturahmi antara perusahaan dengan BPJamsostek dapat terjalin dengan baik. Jika ada kegiatan bisa bersinergi untuk menghasilkan CSR yang bermanfaat,” ujarnya.

Selain bantuan sembako, BPJamsostek juga meluncurkan program beasiswa untuk anak dari peserta yang mengalami kecelakaan kerja. Juga program jaminan kehilangan pekerjaan untuk menyejahterakan pekerja Indonesia.

“Harapan lainnya agar harkat dan martabat bisa menigkat melalui pendidikan. Untuk di Kalimantan, sebanyak 1.124 orang menjadi penerima dengan besaran nominal keseluruhan sebesar Rp 3,9 miliar dan diberikan secara bertahap. Sedangkan untuk pekerja yang di PHK, diberi uang tunai selama enam bulan, tengan tiga bulan pertama mendapat 45 persen dari gaji yang dilaporkan setelah itu menerima 25 persen dibulan berikutnya,” terangnya.

Lanjutnya, hal ini dilakukan mengingat masih banyak pekerja yang belum terlindungi baik formal maupun mandiri. Jika melihat dari data dari BPJamsostek, baru sekitar 40 persen pekerja yang tergabung dalam BPJS Ketenagakerjaan dari 14 juta penduduk yang ada di Kalimantan.

“Harapan kami kedepannya bisa bersinergi,” tutupnya. (rin/pro)