PROKAL.CO,

BALIKPAPAN – Pengawasan larangan mudik lebaran yang berlaku pada tanggal 6-17 Mei 2021, dilakukan bersamaan dengan Operasi Ketupat dari pihak kepolisian. Total sebanyak 131 pos pengawasan disiapkan sebagai antisipasi lolosnya pemudik dari jalur manapun.

Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Kombes Pol Singgamata, mengungkapkan, dari 131 tersebut terdiri dari empat pos penyekatan batas Provinsi, 74 pos pengamanan, 32 pos pelayanan, dan 21 pos terpadu. Dari banyaknya pos tersebut, nantinya personil terbanyak akan ditempatkan di bagian penyeberangan, seperti di batas Provinsi dan pelabuhan.

“Kami di Polda Kaltim, total keseluruhan personil ada 1.260 personil. Kalau untuk penempatan personil, kami bervariasi tergantung keramaiannya. Tapi yang pasti gabungan,” ujarnya, saat dihubungi oleh PROKAL.co, Rab (5/5).

Lanjut dia, penempatan personil gabungan nantinya akan difokuskan di empat titik pos penyekatan batas Provinsi, sebagai antisipasi pemudik dari luar kota. Sedangkan untuk di pos pengamanan antar Kabupaten/Kota juga akan dijaga oleh personil gabungan, namun lebih lengkap dengan adanya pemeriksaan rapid antigen.

“Kami juga sudah koordinasi dengan Kadinkes Provinsi terkait penyediaan rapid test. Jadi kabupaten/kota kalau kekurangan rapid antigen, sudah ada ready stock,” kata dia.

Sementara itu, terkait lokasi-lokasi pos yang sempat beredar di media sosial, Kombes Pol Singgamata menuturkan, data tersebut belum pasti. Karena itu merupakan data dari dua minggu lalu.

“Nanti diupdate lagi dari semua Polres yang ada di Kaltim. Mungkin ada pertimbangan digeser atau tambahan lainnya, itu terserah dari Kapolresnya,” tutupnya.

Sebelumnya, sebuah foto rencana lokasi penyekatan di Kaltim beredar di media sosial. Saat media ini menelusuri, data yang beredar itu sudah berubah dengan data yang disampaikan oleh Dirlantas Polda Kaltim saat ini, yakni dari total 64 pos pengawasan menjadi 131 pos pengawasan. (rin/pro)