PROKAL.CO,

BALIKPAPAN - Kematian seorang guru honorer berinisial RR (30), yang menjadi korban pembunuhan oleh oknum TNI di Balikpapan Praka MAM, memunculkan banyak spekulasi. Salah satunya, korban RR diduga dibunuh karena hamil.

Terkait hal ini, adik korban Dini (25) dengan tegas membantah bahwa sang kakak mengandung. Mengingat sebelum menghilang, dirinya dengan kakaknya sedang masa menstruasi yang bersamaan.

"Seingat saya dua hari sebelum menghilang, kakak saya bilang masih ada flek (menstruasi). Waktu itu saya mau ajak dia untuk puasa sunah bersama," ujarnya, melalui sambungan telepon, Minggu (6/6).

Dirinya menyebut, bahkan sebelumnya korban RR sempat memintanya untuk membelikan pembalut. Namun korban sempat mendumel usai memakai pembalut tersebut karena dirasa kurang pas.

"Sempat ngomel katanya kurang pas, tidak sesuai dengan biasa yang dia pakai. Tapi saya yakin kakak saya tidak hami karena itu. Dia 'kan memang kalau halangan selalu sama waktunya dengan saya, akhir bulan," kata dia.

Ayah korban Kuswanto, pun turut menimpali pernyataan putri keduanya tersebut bahwa RR tidak hamil. Sebelum menghilang pada awal Maret lalu juga korban tak menunjukkan gelagat aneh apapun.

"Tidak, itu tidak hamil. Tidak ada yang aneh dari dia," tegasnya.

Sementara itu, dari keterangan yang Kuswanto terima dari penyidik, bahwa anak pertamanya itu memang tidak dalam kondisi mengandung. Dibuktikan dari hasil visum yang telah dibacakan kepada mereka.

Lainnya, ia menyebut, keterangan baru dari penyidik yang ia terima bahwa tas selempang yang berisi barang-barang korban tidak bisa ditemukan. Baju persit yang diambil korban di penjahit rumahan di Manggar, juga tak bisa ditemukan.

"Kata beliau kedua barang itu tidak bisa ditemukan dan tidak bisa dipaksakan," tutupnya. (rin/pro)