PROKAL.CO,

TANA PASER - Bupati Paser dr Fahmi Fadli dan ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi, meninjau lokasi Pelabuhan Tempayang di Kecamatan Kuaro yang menjadi wadah aktivitas bongkar muat batu bara. Didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Paser Inayatullah dan kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tana Paser Captain Rahman, ditemukan banyak penumpukan batu bara di sekitar pelabuhan milik daerah.

Di sana tidak hanya milik daerah,  namun juga ada pelabuhan milik swasta. Di lahan seluas 5.120 meter persegi, Pelabuhan Pengumpan Lokal milik daerah ternyata selama ini belum pernah memberikan retribusi satu sen pun ke kas daerah. 

Kepala Dishub Paser Inayatullah mengatakan sesuai Perda Nomor 12 tahun 2020 tentang Retribusi Pelayanan Jasa Kepelabuhanan, maka retribusi yang dapat dikenakan untuk aktivitas di lokasi adalah retribusi tambat labuh kapal, retribusi bongkar muat barang, retribusi penumpukan barang dan retribusi memasuki dermaga.

"Untuk satu tongkang dengan komoditi batu bara total retribusi yang bisa diterima daerah sebesar Rp 63.446.000. Jadi kalau sebulan dua tongkang saja sudah Rp 120 juta lebih," kata Inayatullah, Kamis (10/6).

Disayangkan kata Inayatullah, belum pernah pelabuhan milik daerah tersebut mengenakan retribusi ke pelaku usaha yang selama ini diduga banyak mengeruk emas hitam di daerah dan dijual ke luar Paser.

Bupati Fahmi menegaskan kunjungannya bukan mencari celah kesalahan aturan yang terjadi di pelabuhan, namun berupaya mengajak seluruh pihak terkait melaksanakan aktivitas pertambangan sesuai aturan. Sehingga sama-sama saling menguntungkan bagi daerah dan pelaku usaha itu sendiri yang lepas dari pelanggaran aturan.