PENAJAM-Rencana pelaksanaan pembelajaraan tatap muka (PTM) terbatas di Kabupaten PPU Juli ini nampaknya bakal kembali dievaluasi. Apalagi, sejak Juni kasus Covid-19 kembali menanjak.

Anggota Komisi II DPRD PPU Muhammad Arif Albar meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menyelaraskan rencana pelaksanaan PTM Terbatas di Benuo Taka dengan kebijakan pusat.

“Tetap harus disesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat soal pembatasan kegiatan masyarakat,” kata dia.

Menyesuaikan dengan kebijakan pusat, lanjut dia, bukan berarti tak boleh menggelar PTM Terbatas. 

“Iya tinggal dinas terkait ini membikin formula yang tepat. Supaya PTM tetap bisa berjalan. Misalnya saja dengan penerapan protokol kesehatan yang pas,” kata politikus Perindo ini.

Lebih lanjut dia mengaku prihatin dengan kondisi dunia pendidikan. Selama setahun lebih, siswa-siswi hanya belajar lewat daring. Secara kualitas, dia sebut, tentu ada perbedaan dengan belajar tatap muka.

“Kita juga melihat bahwa pembelajaran daring ini tidak begitu efektif. Makanya dinas terkait mesti punya terobosan,” katanya. (adv/hul)