PENAJAM-Rencana Perumda Benuo Taka mengambil alih pengelolaan Pelabuhan Buluminung (Benuo Taka) bukan isapan jempol.

Sebagai wujud keseriusan, tim dari Perumda Benuo Taka saat ini tengah melalukan batimatri alias mengukur kedalaman air laut di sekitar pelabuhan.

Direktur Perusda Benuo Taka Heriyanto mengatakan, proses batimetri bakal berlangsung hingga sebulan ke depan.

“Sekarang sudah berjalan dua hari. Prosesnya akan berjalan sebulan penuh,” kata dia selepas RDP dengan DPRD PPU, Senin (5/7/2021).

Pengukuran ini, kata Heri sangat penting untuk menentukan kapal ukuran berapa yang saja yang bisa sandar.

“Juga bisa diketahui titik pasang tertinggi dan terendah. Jadi lalu lintas kapal nantinya bisa diatur dengan baik,” ungkap dia.

Soal nilai investasi, Heri menaksir dibutuhkan anggaran hingga Rp 800 miliar untuk menyulap Pelabuhan Buluminung menjadi pelabuhan yang terintegrasi.

Anggaran sebesar itu, kata Heri tak akan ditanggung sendiri oleh pemerintah. Pihak ketiga, dipastikan akan dilibatkan untuk berinvestasi.

Pengambilalihan pelabuhan ini, kata Heri juga sebagai upaya untuk menyongsong pembangunan IKN di kawasan PPU.

Ke depan pelabuhan ini diharapkan bakal jadi hub dan jadi pelabuhan utama Kabupaten PPU.

“Selama ini PPU kan memang belum punya pelabuhan utama. Nah ini nanti akak ditetapkan oleh Pak Bupati sebagai pelabuhan utama,” kata dia

Dengan pembenahan fasilitas yang dilakukan perumda, Heri optimistis pendapatan asli daerah dari Pelabuhan Buluminung bakal meningkat.

“Kalau kemarin Rp 6-7 miliar, kami optimistis nanti bisa meningkat,” katanya.

Soal progress pengbilalihan, disebut Heri sejauh ini sudah berproses. Seperti proses pengajuan izin badan usaha pelabuhan.

“Kami targetkan seluruh prosesnya sudah tuntas Agustus atau September ini,” pungkas Heri. (hul)