BALIKPAPAN-Aksi demontrasi menolak PPKM Darurat yang dilakukan mahasiswa perguruan tinggi di Balikpapan, Kamis (22/7) berakhir ricuh. Awalnya aksi sempat berjalan damai dan lancar. 15 peserta demonstrasi turut diamankan oleh pihak kepolisian.

Selanjutnya mereka bakal menjalani swab antigen di Polresta Balikpapan. 

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi mengatakan, jika  di antara peserta demo ada yang terkonfirmasi positif maka akan dilakukan tracing.

Turmudi menambahkan, penanganan demonstrasi yang dilakukan sangat ekstra hati-hati dan sesuai protokol kesehatan. “Sehingga kami mengedepankan gugus tugas untuk menyampaikan dan mengimbau agar tidak terjadi kerumunan dalam waktu yang lama,” kata dia.

Sayang, lanjut Turmudi, imbauan yang diberikan tak diindahkan mahasiswa. Atas dasar pertimbangan kesehatan masyarakat, maka aksi demonstrasi akhirnya dibubarkan. Meski diakui dia, pembubaran sempat diwarnai insiden kericuhan.

“Bahkan Pak Wali Kota sudah menyanggupi untuk bertemu selepas zuhur. Tapi di lapangan mereka tidak menghendaki adanya audiensi dan negosiasi. Justru mereka ingin wali kota yang mendatangi lokasi demonstrasi,” ungkap dia.

Di sisi lain, Turmudi cukup menyesalkan sikap mahasiswa. Sebab, aksi dilakukan saat kasus terkonfirmasi positif masih tinggi. 

Sementara untuk 15 mahasiswa yang diamankan. Turmudi menyebut mereka melanggar protokol kesehatan karena di situ ada koordinator lapangan.

“Ada UU kekarantinaan, akan kita gunakan pasal itu. Karena kita sudah sangat cukup berikan imbauan, bahkan memfasilitasi mereka seperti program vaksinasi, pembagian bansos. Tapi ternyata langkah yang diambil justru seperti ini,” ujar Turmudi.

Sementara Dandim 0905/Balikpapan Kolonel Inf Faisal Rizal menambahkan, aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa memang berpotensi jadi media penularan.

“Dalam kondisi seperti ini, pengumpulan masa dibatasi hanya 30 orang. Tapi tadi kami lihat di lapangan, ada 180-200 massa,” kata dia.

Apa yang dilakukan mahasiswa, kata dia juga memang melanggar protokol kesehatan dan kekararantinaan.

Ditambah lagi, apa yang jadi tuntutan mahasiswa juga sudah jadi perhatian Pemkot Balikpapan.  Mulai dari pemberian bantuan langsung tunai dan bantuan lainya. (hul/pro)