BALIKPAPAN - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP Kalbagtim) berhasil mendapatkan empat Sertifikat Laik Operasi (SLO) pada Proyek Infrastruktur Ketenagalistrikan (PIK) pada kinerja semester I 2021. Hal ini menandakan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang telah selesai dapat dioperasikan guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan tenaga listrik.

Adapun proyek yang telah mendapatkan SLO tersebar di provinsi di Kaltim, Kaltara dan Kalsel dengan rincian satu proyek pembangkit listrik, dan tiga proyek penambahan Kapasitas trafo (uprating) pada Gardu Induk (GI).

Setiap instalasi ketenagalistrikan wajib memiliki SLO. Dijelaskan melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM) Nomor 38 Tahun 2018 Tentang Tata Cara  Akreditasi dan Sertifikasi Ketenagalistrikan, SLO adalah bukti pengakuan formal suatu instalasi tenaga listrik telah berfungsi sebagaimana kesesuaian persyaratan yang ditentukan dan dinyatakan siap dioperasikan.

General Manager PLN UIP Kalbagtim Muhammad Ramadhansyah menjelaskan, terbitnya SLO pada proyek ketenagalistrikan PLN adalah berkat kerja sama yang baik antara pihak internal dan eksternal seperti PLN Pusat Sertifikasi dan Direktorat Jendral Ketenagalistrikan Kementerian ESDM. Dengan terbitnya SLO, seluruh proyek ketenagalistrikan yang telah mencapai tahap penyelesaian kini dapat beroperasi secara komersial. 

“Pada PIK pembangkit listrik, PLTU Malinau unit 2 di Malinau Utara akhirnya menerima SLO pada 8 Mei 2021 lalu, menyusul PLTU Malinau Unit 1 yang sebelumnya telah menerima SLO pada 20 Desember 2020,” jelas Ramadhansyah.

Dengan masuknya PLTU Malinau Unit 2, akan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Kabupaten Malinau di mana daya mampu sebelumnya 12,35 MW, praktis akan bertambah menjadi 15,35 MW dengan beban puncak 8,6 MW.

Lalu terdapat 3 proyek Gardu Induk di mana salah satunya berada di Kaltim yaitu penambahan kapasitas trafo (ekstension) sebesar 30 MVA pada Gardu Induk (GI) 150 kV Sanga – sanga di Kabupaten Kutai Kartanegara yang menerima SLO pada 15 April 2021. 

Serta 2 SLO pada Gardu Induk 150 kV (uprating) dengan kapasitas 60 MVA yang terletak di  Amuntai di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan  Barikin Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalsel yang terbit pada 8 Juni 2021 lalu.

Saat ini, Sistem Kelistrikan Barito memiliki cadangan daya sebesar 113.4 Mega Watt (MW) dengan daya mampu sebesar 836.8 MW dan beban puncak sebesar 723.4 MW.

“Kami berharap dengan terbitnya SLO ini dapat menjadi bukti nyata komitmen PLN untuk membangun infrastruktur ketenagalistrikan bagi negeri, namun perjuangan belum selesai, kami mohonkan dukungan selalu,” tutup Ramadhan. (adv/pln/rdh/pro5)