BALIKPAPAN- Sebuah video yang menunjukkan kerumunan vaksinasi di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan mendadak viral setelah tersebar di WhatsApp grup warganet, Jum’at (30/7).

Dikonfirmasi soal video tersebut, Stakeholder Relation PT Angkasa Pura 1 Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Retnowati membenarkan video terjadi di Bandara SAMS.

"Memang  sempat terjadi penumpukan di bandara, kondisinya seperti itu," kata Retnowati melalui sambungan seluler. 

Retnowati menjelaskan, saat ini memang ada penyediaan sentra vaksinasi Covid-19 di Bandara SAMS Sepinggan. Sentra vaksinasi ini diperuntukkan bagi mereka yang hendak bepergian.

Hanya saja, kemudahan ini tak sebanding dengan stok vaksin yang tersedia di sentra vaksinasi Bandara SAMS Sepinggan. Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan terjadinya penumpukan antrean.

 “Mereka yang ingin bepergian melalui Bandara SAMS memang bisa langsung vaksin. Hanya saja stok vaksin juga terbatas. Mungkin banyak calon penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket dan melakukan PCR tapi belum divaksin sehingga terjadilah penumpukan,” beber Retno.

Petugas pun sempat kewalahan mengatasi penumpukan calon penumpang tersebut, lantaran jumlahnya cukup banyak. Padahal pihak Bandara sudah menyiapkan tempat duduk dengan jarak sesuai protokol kesehatan. 

“Dari petugas juga sudah mengarahkan, tapi memang kondisinya calon penumpang cukup banyak. Kami juga sudah informasikan calon penumpang yang ingin berangkat tak harus menggunakan sertifikat vaksin dari bandara,” jelas Retno. 

Diketahui vaksinasi di Bandara SAMS berada di bawah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Balikpapan.

Kepala KKP Kelas II Balikpapan dr M Zainul Mukhorobin mengatakan, setiap hari jatah vaksin di Bandara SAMS memang terbatas, yakni hanya 200 dosis.

“Ini juga hanya diperuntukkan bagi calon penumpang yang belum divaksin,” katanya.

Untuk syarat vaksin di bandara, dia menyebut calon penumpang hanya perlu menunjukkan tiket dan KTP. (hul/pro)