BALIKPAPAN-Komplotan rampok beraksi di Balikpapan. Tepatnya di Perumahan elite di Balikpapan Baru Cluster Windsor Blok IB5 milik H (35).

Kejadian ini berlangsung Sabtu (31/7/2021), sekitar pukul 01.00 dini hari. Saat kejadian, pemilik rumah H (35) sedang terlelap di kamarnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Balikpapan Rengga Puspo Saputro mengatakan, pelaku berjumlah empat orang. Mereka masuk rumah korban dengan memanjat tembok belakang rumah.

Dari rekaman cctv, pelaku menjebol pintu kamar korban menggunakan tabung elpiji 12 kg.

Dari rumah H, empat pelaku berhasil membawa kabur uang tunai Rp 5 juta serta perhiasan. Total nilainya sekitar Rp 20 juta.

Rengga mengatakan, saat beraksi empat orang ini mengenakan topeng berwarna hitam dan sarung tangan .

H yang saat itu tengah tertidur lelap tak sempat memberikan perlawanan. Dia pun terpaksa menyerahkan uang dan perhiasan kepada komplotan perampok.

"Korban juga sempat disekap di dekat kamar dan diikat dengan kabel selama kurang lebih satu jam sebelum akhirnya bisa melepaskan diri," kata Rengga setelah memimpin olah TKP Sabtu (32/7/2021).

Keterangan dari Sopian (27), sekuriti yang bertugas malam itu menyebut korban mendatangi pos sekuriti yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban dalam kondisi membawa pisau cuter.

"Saya juga melihat ada bekas di leher korban. Mungkin sempat ditodong pisau oleh pelaku," katanya.

Saat kejadian, Sopian mengaku memang sedang stand by di pos jaga. "Kalau rampoknya lewat depan pasti kita tahu karena aksesnya memang hanya satu saja. Tapi kata korban memang masuk dari kebun di belakang rumah jadi memang tidak terpantau," ujar dia.

Untuk saat ini, kepolisian tengah melalukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. 

Kompol Rengga juga berpesan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan. "Saya minta warga untuk waspada, sebab tindak pidana ini sedang marak," ungkap dia.

Selain di Balikpapan Baru, perampokan juga terjadi di Perumahan Balikpapan Regency, Rabu (28/7/2021) kemarin.

Rengga menyebut pelaku perampokan juga lebih dari satu orang, total kerugian mencapai Rp 30 juta. (hul/pro)