TANA PASER - Di hari ulang tahun kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia Bupati Paser dr Fahmi Fadli mempersembahkan kado istimewa bagi masyarakat Kabupaten Paser.  Lima desa telah dapat  dialiri listrik oleh PLN yakni Desa Lomu dan Riwang di Kecamatan Batu Engau, Perepat dan Sungai Langir di Kecamatan Tanah Grogot, dan Sunge Batu di Paser Belengkong. Kelima desa ini psecara resmi telah merdeka listrik 24 jam.

Peresmian tersebut dilaksanakan pada malam hari di Desa Lomu oleh bupati didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekkab Paser Ina Rosana dan paara pejabat UP2K PLN Kaltim. Hadir juga ketua komisi III DPRD Paser Edwin Santoso dan anggota DPRD lainnya Eva Sanjaya dari daerah pemilihan (dapil) setempat. 

"Alhamdulillah dari 10 desa yang ditargetkan tahun ini, lima desa hari ini telah rampung," kata bupati Fahmi, Selasa (17/8) malam.

Kini masyarakat dari lima desa tersebut sudah bisa menikmati listrik 24 jam tanpa harus gangguan lagi. Hadirnya jaringan ini merupakan komitmen pemerintah daerah yang bersinergi dengan PLN untuk pelayanan kepada masyarakat. Ini juga selaras dengan visi misinya yaitu Paser Mas.

"Semoga sampai akhir masa jabatan kami pada 2024, seluruh desa sudah bisa teraliri listrik PLN," kata Fahmi. Dengan harapan ekonomi masyarakat juga bisa lebih meningkat dengan hadirnya listrik full sampai malam, dari yang selama ini hanya setengah hari.

Manajer UP2K PLN Kaltim Rahmatan mengatakan pada 2021 Paser masih tersisa 20 desa yang belum dilayani listrik oleh PLN. Pada malam tersebut, ada lima desa yang dapat. Selanjutnya ada lima desa yang dalam progres. 

"Mudahan bisa selesai dalam waktu cepat. Kita harapkan pada akhir 2021 ini selesai dan sisa 10 desa saja belum dapat untuk program tahun berikutnya," kata Rahmatan. Untuk mengaliri listrik di 10 desa baru ini, PLN membangun jaringan sepanjang 150 kilometer. 

Kepala Desa Lomu Muhammad Yasin mengatakan ini merupakan penantian warga merdeka listrik dan akhirnya terkabul. Untuk keperluan penerangan selama ini, warga harus menggunakan genset, itu hanya terbatas karena warga harus mengeluarkan biaya cukup besar per bulan untuk membeli solar. Bahkan belum termasuk biaya pembelian dan perawatan mesin genset jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan.

"Jika menggunakan listrik PLN, uang untuk solar per bulan tadi, bisa dipakai membayar listrik PLN untuk tiga hingga empat bulan," tambah anggota BPD Lomu Ardianto.

Ketua komisi III DPRD Paser Edwin Santoso meyakini kepemimpinan bupati Fahmi dan wakil bupati Syarifah Masitah Assegaf empat tahun ke depan, bisa membawa perubahan besar untuk kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor.

"Ini terbukti beliau baru enam bulan menjabat telah banyak mewujudkan keinginan masyarakat salah satunya ketersediaan listrik. Ditambah lagi fasilitas jalan menuju ke sini (Lomu) juga telah diperbaiki sigap oleh bupati," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu. (Adv/jib)