BALIKPAPAN-Obrolan Dizalmin (30) bersama sang istri Murniwati dan dua anaknya, Kamis (19/8) pagi mendadak terhenti. Suara retakan dari dinding samping ruang tamu jadi sebabnya. 

Mendengar suara retakan, Dizalmin mulai tak tenang. Ia was-was longsor yang terjadi dua tahun lalu, kembali terjadi. Apalagi sedari subuh hujan dengan intensitas sedang turun tak henti di Kota Balikpapan.

“Retakan pertama saya dengar jam 09.00, setelah itu saya suruh anak dan istri ke luar rumah,” katanya.

15 menit berselang, apa yang ditakutkan warga Gang Mandiri, RT 02, Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan ini benar-benar terjadi. Longsor dengan cepat menerjang ruang tamu dan kamar iparnya. 

“Beruntung ipar saya sudah berangkat bekerja. Kalau tidak mungkin dia akan tertimbun longsor di kamar,” ujarnya sambil menunjuk kamar yang diterjang longsoran tanah.

Akibat longsoran ini, Dizalmin menaksir kerugiannya sampai Rp 20 juta.

Sembari melakukan perbaikan, Dizalmin mengaku sementara akan mengungsi di rumah kerabatnya. Ia juga belum berpikir untuk pindah rumah.“Diperbaiki dulu. Nanti sambil melihat situasi,” katanya.

Edison, tetangga Dizalmin mengaku kejadian ini bukan yang pertama terjadi di RT 02. Kejadian pertama, terjadi dua tahun silam. Beruntung, tak ada korban dalam kejadian tersebut.

“Pak Lurah bergerak cepat dan segera dibangun siring. Kami juga ingin ini segera ditangani,” harap dia. (hul)