TANA PASER - Persentase vaksinasi di Paser masih rendah, dari total 209 ribu jiwa yang harus divaksin, baru 31 ribu jiwa yang telah vaksin atau 14 persen. Kepala Dinas Kesehatan Paser Amir Faisol mengatakan bahkan untuk yang dosis kedua, baru 22 ribu jiwa atau 10 persen.

"Kendalanya ialah stok vaksin yang belum tersedia," kata Amir Faisol, Minggu (29/8). Sementara untuk dosis ketiga, hanya menyasar tenaga kesehatan (nakes). Angkanya cukup tinggi yaitu sudah 70 persen atau 1.233 jiwa dari total 1.745 nakes. Untuk ini dia optimis bisa tercapai 100 persen, tinggal menunggu stok dari pusat. 

Selain di sembilan puskesmas di Paser, masyarakat kata Amir bisa mendaftar ke sejumlah posko lainnya untuk vaksin. Seperti klinik Kodim dan Polres. Terakhir dari Badan Intelejen Negara (BIN) Kaltim juga telah membantu tambahan 500 dosis vaksin kesatu dan dua di Paser.

Amir menyebut vaksinasi kategori masyarakat umum dan yang rentan bahkan sangat rendah. Angkanya baru 6 persen. Atau baru 8.773 jiwa dari total 144.292 jiwa yang ditargetkan di dosis pertama. Dosis kedua pun lebih rendah lagi.

"Mohon masyarakat untuk tidak ragu, vaksin ini aman dan halal," kata Amir.

Bupati Paser  Fahmi Fadli mengatakan akan terus berupaya menekan laju penyebaran virus corona  melalui program vaksinasi massal yang gencar dilaksanakan.

“Percepatan vaksinasi  di seluruh wilayah Kabupaten Paser merupakan salah satu upaya kita didukung berbagai pihak dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Kaltim akan menjadi salah satu prioritas stok vaksin dan mudah-mudahan ketersediaan nanti bisa meningkatkan herd immunity lebih cepat khususnya Paser,” kata Fahmi. (Adv/jib)