Penanggulangan atau penanganan bencana baik alam maupun non-alam di Indonesia memerlukan kolaborasi inklusif dari berbagai aspek. Melihat kondisi di Indonesia yang ditakdirkan akrab dengan bencana, dengan status wilayahnya yang berada di cincin api dunia atau "ring of fire", maka Indonesia akan selalu berdampingan dengan bencana ditambah dengan kondisi pandemi saat ini covid -19. 

Hal inilah membuat PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menggagas kolaborasi inklusif dalam penanganan kebencanaan di wilayah Teritip Balikpapan Timur. Acara digelar pada Selasa (31/8). Beberapa kegiatan kolaborasi yang dilakukan oleh Pertamina dalam penanganan kebencanaan antara lain pelatihan First Aid Tanggap Bencana Program Kampung Siaga Bencana di Teritip.

Tindak lanjut dari pelatihan penanganan bencana tersebut, maka diperlukan kolaborasi seluruh lembaga, baik itu instansi pemerintah, swasta dan civil society terkait penanganan bencana alam tersebut.

Pada Senin,(13/9) telah diadakan diskusi internal antara tim CSR dengan Community Development Officer (CDO) PT PPN Regional Kalimantan untuk mengerucutkan program kebencanaan yang dilakukan oleh Pertamina ke depannya.

Dengan kolaborasi yang kuat maka langkah-langkah penanganan pasca bencana alam dapat dilakukan secara optimal di wilayah yang rawan akan bencana alam. Program Kebencanaan ini hadir sebagai bentuk komitmen Pertamina dalam merespon adanya resiko bencana banjir dan banjir bandang di wilayah tersebut. 

Hal tersebut juga diperkuat dengan kajian dan masukan dari BPBD Balikpapan tentang resiko banjir dan banjir bandang dengan adanya Bendungan Teritip.

“Kegiatan ini merupakan inisiasi Pertamina DPPU Sepinggan yang secara aktif berkolaborasi dengan Dinas Sosial, BPBD Balikpapan, ICare Balikpapan, Balai Wilayah Sungai (PUPR), rumah BUMN, Kecamatan balikpapan timur, Kelurahan Teritip dan KSB sebagai tim tanggap bencana diwiliyah Teritip", terang Heri Ashari, Operation Head Pertamina DPPU Sepinggan Group. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balikpapan, Riduan menyatakan “Kami dari BPBD Balikpapan memberikan respon dan apresiasi besar terhadap adanya inisiatid dan memprakarsai untuk membuat program Kampung Siaga Bencana”. 

Susanto August Satria, Area Manager Comm., Rel. & CSR Kalimantan menambahkan, program pengurangan resiko bencana ini merupakan salah satu program Pertamina dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana baik alam maupun non alam.

“Semoga dengan adanya program ini dapat menambah kesiapan kita dan masyarakat sekitar untuk dapat lebih sedia dalam menghadapi bencana yang tidak dapat kita prediksi", ujarnya.

Satria menambahkan tindaklanjut dari pelatihan ini selain sebagai bekal bagi peserta juga menjadi percontohan bagi wilayah lainnya. “Kedepannya diharapkan warga Kelurahan Teritip dapat menjadi pioner dan mampu menyalurkan ilmunya kepada warga disekitar sehingga membentuk budaya masyarakat yang lebih tanggap bencana”, tutup Satria. (pro/one)