BALIKPAPAN-Agus Wijayanto, kuasa hukum AL (44), tersangka kasus pencabulan siswi SMP, akhirnya menanggapi kasus yang membelit kliennya.

Agus mengaku prihatin lantaran kasus ini melibatkan korban P (14) yang masih berada di bawah umur. “Pasti ikut prihatin, karena korban masih di bawah umur. Untuk proses hukum di PPU, nanti ada rekan saya Supriadi yang membantu pendampingan,” katanya.

Menanggapi berita yang beredar, terutama saat rilis kepolisian, Agus mengaku ada sedikit perbedaan keterangan yang disampaikan AL kepada kuasa hukum dengan temuan penyidik dari Polres PPU.

“Tapi soal itu nanti biar dibuktikan di persidangan. Untuk saat ini kami akan menghormati proses hukum yang sudah berjalan,” jelas Agus.

Agus meneruskan, ada kemungkinan mengajukan izin untuk pemeriksaan kondisi kejiawaan bagi AL. Sebab, menurut Agus, psikologis AL kerap berubah-ubah.

Profil AL sebagai pegiat LSM, pengamat sosial dan dosen bahkan pernah berniat maju lewat jalur independen dalam pemilihan kepala daerah di Balikpapan, tentu membuat kasus yang membelitnya cukup aneh.

“Sepertinya memang ada yg kurang pas. Perlu pemeriksaan kejiwaan agar jelas kondisi psikologisnya. Semoga mendapat izin dari penyidik," kata dia.

Ia juga menampik tuduhan yang menyebut kliennya berusaha menculik korban. Justru, Agus menyebut AL berniat membawa korban ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PTP2A) Balikpapan.

“Sebab, korban curhat kepada AL sedang mengalami masalah. Jadi pengakuan AL memang bukan untuk menculik,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, AL (44), oknum dosen salah satu universitas swasta di Balikpapan mencabuli anak di bawah umur, P (14), Selasa (7/9). Perilaku bejad AL dilakukan di salah satu hotel di pusat kota Balikpapan.

AL diamankan anggota kepolisian PPU sesaat setelah meninggalkan hotel, Rabu (8/9) pagi.

Informasi yang dirilis kepolisian, perkenalan AL dan P ini bermula dari facebook sejak 28 Agustus lalu. Setelah perkenalan itu, dua orang yang lebih pantas menjadi bapak dan anak ini mulai intens berkomunikasi.

Puncaknya, Selasa (7/9). AL menjemput P di depan sekolahnya, di kawasan Babulu, PPU. P yang diiming-imingi pekerjaan di Balikpapan menurut saja saat AL menjemput. Di Balikpapan, AL dua kali mencabuli siswi kelas 1 SMP tersebut.  (hul/pro)