BALIKPAPAN-Kasus pencabulan yang dilakukan oknum dosen berinisial AL (44), terhadap siswi SMP berinisial P (14) mendapat perhatian dari Lembaga Kajian dan Bantuan Hukum Universitas Balikpapan.

Bahkan, LKBH Uniba sudah bersurat kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) agar ikut mengawal perkembangan kasus ini.

"Kasus ini jadi perhatian kami, salah satunya karena melibatkan anak di bawah umur. Makanya kemarin kami juga bersurat ke LPSK untuk membantu pendampingan terhadap korban," kata advokat LKBH Uniba Rusmansyah, Kamis (16/9).

Pelibatan LPSK, kata Rusmansyah, sebagai langkah memberi rasa aman, mana kala di kemudian hari ada korban lain yang hendak melapor. Dia berharap ke depan ada tim LPSK yang diturunkan di PPU untuk mengawal kasus ini. 

“Siapa tahu ada korban lain yang hendak melapor. Nanti LPSK yang akan membantu prosesnya, supaya identitasnya tetap terjaga dan memberi rasa aman kepada korban,” ungkap Rusmansyah. 

Sementara untuk LKBH Uniba, kata Rusmansyah, saat ini memang lebih banyak menunggu. “Jika pihak keluarga korban membutuhkan pendampingan hukum maupun pemulihan psikis korban, kami siap diminta bantuan,” beber Rusmansyah.

Komunikasi dengan keluarga korban, lanjut Rusmansyah, juga sudah dilakukan. Namun untuk saat ini, mereka mengaku lebih fokus pada pemulihan psikis P.

“Kami juga mendapat informasi dinas terkait di PPU sudah melakukan pendampingan terhadap korban,” kata dia.

Kasus kekerasan seksual pada anak, memang seperti fenomena gunung es. Banyak korban yang enggan melapor lantaran takut dengan stigma masyarakat. “Sebagian besar takut dan malu. Bahkan banyak yang memutuskan berhenti sekolah akibat kasus seperti ini,” beber Rusmansyah. 

Diberitakan sebelumnya, AL (44), oknum dosen salah satu universitas swasta di Balikpapan mencabuli anak di bawah umur, P (14), Selasa (7/9). Perilaku bejad AL dilakukan di salah satu hotel di pusat kota Balikpapan.

AL diamankan anggota kepolisian PPU sesaat setelah meninggalkan hotel, Rabu (8/9) pagi.

Informasi yang dirilis kepolisian, perkenalan AL dan P ini bermula dari facebook sejak 28 Agustus lalu. Setelah perkenalan itu, dua orang yang lebih pantas menjadi bapak dan anak ini mulai intens berkomunikasi.

Puncaknya, Selasa (7/9). AL menjemput P di depan sekolahnya, di kawasan Babulu, PPU. P yang diiming-imingi pekerjaan di Balikpapan menurut saja saat AL menjemput. Di Balikpapan, AL dua kali mencabuli P. (hul)