BALIKPAPAN – Setelah penandatanganan berita acara KUPA PPAS, DPRD Balikpapan langsung menggelar rapat paripurna sekaligus. Agenda nota penjelasan wali kota atas raperda tentang perubahan APBD 2021.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, secara garis besar ada beberapa poin utama yang terdapat dalam APBD Perubahan (APBD-P). Misalnya dalam hal pendapatan daerah terdiri PAD, pendapatan lain, dan sebagainya.

Dia mengakui pendapatan ini mengalami penurunan karena situasi pandemi. “Dalam APBD Perubahan, pendapatan sebesar Rp 2,1 triliun. Salah satunya  mengalami penurunan dari pendapatan asli daerah (PAD),” katanya.

Rahmad menuturkan, semula PAD ditetapkan sebesar Rp 692 miliar. Kemudian mengalami perubahan menjadi Rp 679,3 miliar. Ada pun rinciannya dari pajak daerah sebesar Rp 515 miliar, setelah perubahan rencana nominal tetap.

Artinya target pajak daerah tidak mengalami perubahan. Sedangkan penerimaan dari retribusi semula Rp 63,5 miliar, setelah perubahan menjadi Rp 48,4 miliar atau turun sebesar 2,72 persen.

“Kekayaan daerah yang dipisahkan semula Rp 16,4 miliar setelah perubahan Rp 18,2 miliar. Ini mengalami kenaikan Rp 2,4 miliar atau 14,6 persen,” katanya. sementara pendapatan lain yang sah sebesar Rp 23,9 miliar. Ini tidak mengalami perubahan.

Kemudian pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan daerah total semula Rp 1,48 triliun. Setelah perubahan mengalami penurunan menjadi Rp 1,46 triliun. Begitu pula perubahan dari sektor belanja daerah.

Terbagi dari modal, belanja tidak terduga, transfer sebesar Rp 2,283 triliun. Kemudian setelah perubahan menjadi Rp 2,796 triliun. “Sehingga mengalami kenaikan Rp 512 miliar,” tandasnya. (din/adv/pro)