BALIKPAPAN-Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim bersama Pengprov Persatuan Squash Indonesia (PSI) Kaltim menggelar pelatihan bagi pelatih squash dari seluruh daerah di Kaltim, 20-24 September 2021.

Ketua Pengprov PSI Kaltim Seno Aji mengatakan, lewat pelatihan ini, dia ingin kualitas pelatih di Kaltim bisa semakin meningkat. “Di samping itu, kami juga ingin agar kualitas pelatih bisa lebih merata di seluruh daerah. Apalagi ini kan baru per tama digelar,” kata dia.

Pelatihan ini, kata Seno, diikuti oleh 15 pelatih dari seluruh Pengkot PSI yang ada di Kaltim. Tak main-main, pelatih nasional, Ermansyah didapuk jadi pemateri bagi pelatih squash di Kaltim.

Tak cuma memberi materi pelatihan, Ermansyah yang juga pelatih SEA Games dan Asian Games juga berbagi ilmu membangun lapangan squash yang terjangkau.

Maklum saja, selama ini, venue squash memang jadi ganjalan atlet untuk berlatih. Tercatat, di Kaltim baru lima daerah yang sudah punya lapangan standar, yakni PPU, Balikpapan, Samarinda, Kutim dan Kukar. Daerah lain, seperti Paser, Bontang dan Kubar serta Berau saat ini masih dalam tahap pembangunan.

“Makanya pemateri kemarin juga sempat sharing soal lapangan ini. Kami juga akan upayakan agar ada anggaran dari pemerintah untuk pembangunan lapangan squash di Kaltim,” beber Seno.

Pelatih asal Balikpapan Yaisha Putri Yasandi menyambut baik pelatihan ini. Apalagi bagi dia, dunia kepelatihan merupakan hal baru.”Kalo menurut yaisha, materinya sangat berguna. Karena biasanya sebagai atlet kita selalu mengeluh tentang program pelatih. Hasil dari materi ini bisa menambah pola pikir terhadap program yang ada serta bisa sharing ilmu baru ke atlet yang lain,” beber Yaisha yang juga atlet squash andalan Balikpapan ini.

Di sisi lain, atlet squash Kaltim saat ini sudah mulai dipersiapkan untuk menghadapi Kejurnas Squash di Jakarta, 6-10 November mendatang. Kaltim membidik juara umum seperti edisi sebelumnya. (hul)