MIMIKA-Cuaca yang tak menentu di Mimika, jadi kendala utama tim aeromodelling Kaltim, yang berlaga di PON Papua, dua hari terakhir.

Pelatih aeromodelling Kaltim Agus Supriyadi menyebut, cuaca yang tak menentu membuat atlet tak mampu tampil maksimal dengan pesawatnya.

"Cuaca sangat berpengaruh terhadap strategi. Jika cuaca mendadak hujan dan dihentikan, maka dipastikan strategi dan penilaian tak bisa maksimal," kata Agus.

Hanya saja, Agus enggan mengeluh. Dia mengaku atlet Kaltim tetap berusaha tampil all out selama jalannya pertandingan dua hari terakhir ini.

"Mereka kan sudah berpengalaman di level regional maupun nasional, jadi secara mental sudah teruji," ujar dia.

Tak hanya terkendala cuaca, aeromodelling Kaltim dikatakan Agus juga kalah alat dibanding kontingen lain.

Jatim, Papua dan Riau dikatakan dia memiliki alat yang lebih terkini. "Mereka ini yang jadi kekuatan utama, sebab selain atlet, di aeromodelling kecanggilan alat jadi salah faktor utama," kata dia.

Menurunkan tiga atlet, Kaltim bakal ambil bagian pada 12 mata tanding. Agus menyebut, dua emas jadi target paling realistis selama pelaksanaan PON Papua.

"Nomor F3R dan F2C jadi andalan Kaltim," tuntas dia. (hul)