MIMIKA-Gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua juga jadi ajang promosi kerajinan lokal. Tak terkecuali di kluster Kabupaten Mimika.

Panitia PON menyediakan space khusus bagi pelaku UMKM terutama kerajinan tangan di sejumlah venue pertandingan. 

"Kami siapkan space bagi UMKM mulai dari Mimika Sport Center yang jadi venue bola basket dan atletik, venue biliar,  venue futsal dan bola tangan serta venue terjun payung," kata Panitia Bidang Ekonomi PON Papua Kluster Mimika Agustinus Mandang.

Pengunjung ataupun kontingen dari seluruh daerah bisa mendapatkan kerajinan khas tanah Papua mulai dari tas noken hingga ukiran khas suku Kamoro.

Sukses ekonomi, memang jadi salah satu target Papua pada pelaksanaan PON tahun ini, selain sukses prestasi.

"Hampir seluruh perajin kami coba libatkan dan pusatkan di venue. Ini juga supaya atlet, kontingen maupun penonton tak kesusahan mendapatkan kerajinan khas Papua," kata dia.

Salah satu perajin Anakletus Waukateyau mengaku hajatan PON membuat penjualan ukiran kayunya meningkat. 

Pemahat asli suku Kamoro ini mengaku penjualannya meningkat pesat selama pelaksanaan PON di kluster Mimika. "Iya penjualan meningkat, sebelumnya saya berjualan di venue futsal sekarang diminta pindah ke venue atletik," ungkapnya.

Pembuatan patung, kata Bapak Wau butuh waktu sehari hingga seminggu, tergantung tingkat kesulitan. Yang menarik, setiap ukiran punya cerita masing-masing.

Senada, perajin tas asli Papua alias noken Paustina Note mengaku pelaksanaan PON membuat penjualan nokennya juga meningkat.

Untuk harga setiap kerajinan dijual bervarisi, mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 9 juta untuk noken berbahan anggrek yang berwarna emas. (hul)