BALIKPAPAN-Setelah 37 tahun berdiri, salah satu ikon rumah ibadah di Kota Minyak, akhirnya direnovasi besar-besaran melalui program CSR PT Pertamina. 

Melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan, perseroan mendukung program Pemerintah Kota Minyak  mewujudkan Kota Madinatul Iman.

Direktur Penunjang Bisnis Pertamina Dedi Sunardi mengatakan, masjid ini adalah fasilitas umum yang diberikan perusahaan kepada masyarakat umum. 

“Demi kenyamanan bersama, kami (Pertamina) melakukan program (Corporate Social Responsibility (CSR) merenovasi masjid yang sudah menjadi salah satu ikon Balikpapan ini,” katanya,Senin (11/10), saat peletakan batu pertama renovasi masjid.

Tempat ibadah yang berdiri di atas lahan 5.603 meter persegi, bakal mengusung konsep ramah lingkungan. Jadi, tanpa menggunakan pendingin diharapkan bisa sejuk dan semakin menjadi kebanggaan Balikpapan.

“Renovasi ini salah satu wujud CSR di bidang agama. Dan kami wujudkan dengan pembangunan masjid ini. Dari mesjid ini program CSR kami bisa menjangkau di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Dari seluruh bidang itu kami harap bisa memajukan ekonomi dan,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Pjs General Manager PT KPI Unit Balikpapan Ari Dwikoranto, mengatakan, renovasi Masjid Istiqomah ini ditargetkan akan rampung pada 2023.

Ia juga menjelaskan bahwa filosofi desain bangunan terinspirasi dari posisi dalam ibadah Sholat yaitu sujud dengan menghadap kiblat, dengan ornamen yang menyerupai tameng dan ukiran yang erat dengan kearifan budaya lokal Balikpapan.

"Nantinya bangunan Masjid akan dibangun menjadi tiga lantai dengan total luas bangunan 5.603 meter persegi,” katanya.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud menyampaikan, pihaknya mengapresiasi program CSR Pertamina ini. Renovasi yang dilakukan diharapkan membantu Balikpapan menyandang kota Madinatul Iman.

“Masjid ini juga ikon Balikpapan. Dengan penyegaran yang dilakukan dapat membuat masyarakat semakin nyaman beribadah,” tuturnya.

Ia berharap, momentum kali ini mengingat masyarakat dan dirinya kembali akan pentingnya kembali ke rumah ibadah. Serta, semangat untuk memakmurkan rumah ibadah menjadi tanggung jawab  bersama. “Semoga pembangunan masjid ini berjalan dengan lancar," serunya.

Ketua Yayasan Istiqomah Balikpapan (YIB) Rahendrafedy mengatakan, selama renovasi, pihaknya telah menyiapkan tempat ibadah darurat.

“Pertama kita akan bongkar dari masjid bagian utama. Kemudian ruang taklim, baru semuanya,” katanya.

Ia berharap, renovasi ini bisa rampung sesuai dengan target. (aji)