JAYAPURA-Skuat hoki putri Kaltim baru saja menyabet emas PON XX Papua. Di partai puncak, Kaltim menuntaskan perlawanan tuan rumah, sekaligus rival terberat, Papua dengan skor 2-0, Selasa (12/10).

Dari sederet pemain di skuat Kaltim, terselip nama Nurasiah dan Nur Anisa. Keduanya merupakan kakak beradik yang jadi andalan Kaltim sepanjang jalannya Pekan Olahraga Nasional.

Nur Anisa mengaku kiprah sang kakak, Nurasiah, di olahraga hokilah yang membuat ia termotivasi untuk ikut bermain hoki sejak duduk di bangku SMP.

Kendati hoki masih kalah populer di tengah masyatarakat, Nisa mengaku tak ambil pusing. "Hoki bagi saya seru, penuh tantangan karena memang belum dikenal luas. Tapi kami membuktikan bahwa bisa berprestasi," kata dara kelahiran November 1997 ini kepada Kaltim Post.

Puncaknya tentu saja pada gelaran PON tahun ini. Nurasiah dan Nur Anisa sukses mempersembahkan emas. "Pasti bangga, senang dan bersyukur dengan prestasi ini," kata Nisa yang berposisi sebagai midfielder ini.

Bagi Nisa, sang kakak merupakan sosok panutan dan penyayang. Nuraisah, disebut Nisa selalu memberikan motivasi saat dirinya sedang tak bersemangat.

"Kakak saya bisa berangkat bawa nama Balikpapan di Kejurprov 2006 dan membela kaltim di PON 2008. Itu memacu semangat saya untuk bisa bergabung dengan dia di skuat hoki," kata dia.

Nurasiah menambahkan, awalnya memang tak begitu tertarik dengan hoki. Namun, perlahan tapi pasti olahraga hoki membikin ia jatuh hati.

"Setelah ditekuni ternyata asyik juga, mulai dari situ akhirnya saya seriusi dan bisa menjadi atlet sampai saat ini," beber dia.

Soal rahasia performa gemilang Kaltim sepanjang PON, Nisa mengaku kekompakan jadi kunci utama.  Di samping itu, salat dan berdoa tak pernah ditinggalkan.

"Malam hari sebelum final kami pengajian bersama, Alhamdulillah kami bisa tampil maksimal saat final," ujar dia. (hul)