BALIKPAPAN-Aset milik terpidana kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro alias Bentjok di Balikpapan bakal segera dieksekusi Kejaksaan Agung.

Khusus di Balikpapan Bentjok diketahui memiliki 36 bidang tanah dengan luasan sekitar 71 hektare. 36 bidang tanah tersebut tersebar di sejumlah titik di Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan Ardiansyah melalui Kasi Intelijen Oktario Hutapea mengatakan, Tim Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melakukan verifikasi lapangan, pengamanan, dan penilaian (appraisal) barang rampasan harta milik Bentjok di Indonesia terkait kasus koruspi Jiwasraya.

“Sebenarnya aset milik Bentjok tersebar di beberapa daerah di Kaltim. Tapi itu akan jadi urusan Penyidik dan Kejari di masing-masing daerah,” kata dia, Kamis (21/10).

Dikatakan, kegiatan pemulihan aset dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan Putusan Mahkamah Agung Nomor 2937 K/Pid.Sus/2021 tertanggal 24 Agustus 2021. 

Kejagung menerbitkan surat bernomor B-/K.4/Kpa.5/09/2021 perihal permohonan penilaian barang rampasan negara. Surat itu ditujukan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Balikpapan. Dalam surat itu disebutkan, dari 36 bidang tanah, sebanyak empat bidang berstatus sertifikat hak milik (SHM). Sedangkan sisanya berstatus sertifikat hak guna bangunan (SHGB).

Pria yang akrab disapa Okta itu mengaku, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan Tim PPA Kejagung, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Balikpapan, dan KPKNL Balikpapan. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor BPN Balikpapan, Senin (18/10) kemarin.

Dalam rapat itu dilakukan verifikasi dokumen, pemetaan satelit atas lahan yang disesuaikan dengan SHM atau SHGB, dan pemasangan plang di lahan sebagai tindakan pengamanan.

“Pertemuan itu juga membahas proses eksekusi aset milik Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya,” beber dia.

Okta menuturkan, sertifikat lahan milik Bentjok dan Heru sudah disita sebagai barang bukti dalam kasus korupsi di Jiwasraya. “Sekarang sudah putus dan siap dieksekusi untuk ambil oleh negara dengan cara dilelang,” lanjut dia.

Soal jadwal lelang aset milik Bentjok, diakui Okta bergantung dari kesiapan KPKNL Balikpapan. Warga Kaltim kata dia, bisa mengikuti proses lelang tersebut.

“Kejari Balikpapan mendukung sepenuhnya proses eksekusi dan pelelangan aset-aset Bentjok dan Heru dalam kaitannya di kasus Jiwasraya,” tegasnya.

Diketahui, dalam kasus PT Asuransi Jiwasraya, Benny Tjokro telah divonis penjara seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Selain itu, majelis hakim mewajibkan direktur PT Hanson International Tbk itu membayar uang pengganti sebesar Rp 6 triliun.

Benny terbukti melakukan berbagai perbuatan yang membuat negara merugi hingga Rp 16 triliun. (hul)