TANA PASER - Anggota komisi II DPRD Paser Lamaludin menegaskan agar pemerintah daerah segera menertibkan adanya dugaan aktivitas prostitusi di Pasar Penampungan Penyembolum Senaken, Kecamatan Tanah Grogot. Menurutnya kegiatan maksiat pada malam hari di pasar tersebut sudah jadi rahasia umum warga.

"Kegiatan maksiat itu harus segera ditertibkan," kata Lamaluddin belum lama ini.

Selain itu kebersihan pasar juga harus diperhatikan pemerintah, agar pembeli bisa nyaman datang. Ini pun bisa berdampak pada penghargaan Adipura jika memiliki pasar yang bersih. Penempatan pasar sayur juga menurutnya harus ditata. Termasuk jadwal jualannya.

"Jangan sampai kaya dulu malah pasar sayur di belakang. Petak sayur juga jangan lebih besar dari kelontongan," kata politikus Partai Demokrat itu.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Paser Hairul Saleh mengatakan, untuk aktivitas pasar penampungan dia mengaku pernah mendengar kabar tersebut.

"Tapi alhamdulillah tidak pernah ke sana. Ini jadi PR kami. Saya akan berkoordinasi dengan trantib," kata Hairul.

Tentunya dia akan menelurusi dulu kebenarannya. Selain itu Hairul menyebut ke depan upati meminta ada juga pasar baru di Desa Sungai Tuak dan Pasar Modern di penampungan. Bupati telah melihat data sertifikatnya. Rencananya diusulkan tahun depan melalui berbagai sumber dana di luar APBD maupun non APBD Paser.

Anggota komisi III DPRD Paser Budi Santoso mengatakan pemerintah daerah harus tegas dalam penataan pasar. Jangan sampai salah ambil tindakan. Adanya wacana diturunkan satgas khusus untuk operasi yustisi penertiban lapak pasar, dia sangat mendukung hal itu.

"Ke depan DPRD akan mengeluarkan produk Perda tentang pengelolaan pedagang kaki lima. Perda ini nantinya bisa membantu permasalahan di pasar senaken," ujar Budi. (Adv/jib)