BALIKPAPAN- Dua orang pria sedang duduk di pondokan tempat pembuatan batu bata. Lokasinya sekira 100 meter dari tambang ilegal di RT 45, Karang Joang.

Mereka adalah Agus dan Adi, perantau dari Bangkalan, Madura. Dua laki-laki ini mengaku sudah dua bulan terakhir bekerja sebagai pembuat batu bata di tempat tersebut.

Mereka mengatakan, tambang yang diduga ilegal tersebut belum genap sebulan beroperasi. "Bahkan alat berat yang kedua itu rasanya belum ada seminggu ini masuk," kata Adi.

Lebih lanjut, kata Adi, batu bara yang ditumpuk tersebut juga belum sempat diangkut ke luar.

Soal siapa pemilik lahan, Agus dan Adi ini kompak menjawab tak tahu. Yang jelas, kata mereka, sebelum jadi lokasi pertambangan, lahan tersebut hanya ditumbuhi semak.

Adi menambahkan, tambang tak beroperasi setiap hari. Ia juga menyebut, seluruh pekerja bukan warga sekitar.

"Saya tidak tahu mereka dari mana, tidak ada yang kami kenal. Kami juga tidak pernah ngobrol, karena kan kami juga kerja mencetak batu bata," ungkap laki-laki 35 tahun ini. (hul)