BALIKPAPAN-Kepolisian Resor Kota Balikpapan sudah memeriksa dua saksi terkait temuan tambang ilegal di KM 25, tepatnya di RT 45, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, Selasa (16/11) kemarin.

"Kami sudah lakukan pemeriksaan terhadap dua saksi, mereka adalah pekerja di lokasi tambang," kata Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Thirdy Hadmiarso, Rabu (17/11) pagi.

Pemeriksaan kata Thirdy, menindaklanjuti laporan yang masuk ke kepolisian. Namun, hingga kini belum ada penetapan tersangka.

Jika ditemukan tindak pidana, Thirdy memastikan akan diproses sesuai dengan ketetntuan yang berlaku.

Terkait kemungkinan adanya titik lain tambang ilegal di wilayah perbatasan Balikpapan, Thirdy menyebut bakal melakukan pendalaman.

"Kalau saat ini hanya satu titik. Tapi kita akan perdalam lagi informasi, saat ini saksi-saksi masih diminta keterangan," terang dia.

Pun dengan siapa pemilik lahan seluas kurang lebih satu hektare tersebut, Thirdy menyebut belum diketahui. "Belum tahu (pemiliknya). Nanti akan kita umumkan, saat ini masih kita periksa saksi-saksinya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, aparat gabungan membongkar praktik pertambangan batu bara ilegal di kawasan kilometer 25, RT 45, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, Selasa (16/11) pagi.

Dari lokasi tambang, aparat mengamankan lima pekerja dan dua unit ekskavator yang masih sempat beroperasi di lokasi pertambangan.

Di lahan seluas 1 hektare tersebut, ribuan metrik ton batu bara masih ditumpuk dan belum sempat diangkut keluar. Warga yang tinggal di sekitar tambang mengaku tambang tersebut belum genap beroperasi sebulan. (hul)