SANGATTA - Wacana untuk memekarkan Kecamatan Bengalon tidaklah mudah. Segala persiapan pemekaran desa-desa mesti dilakukan oleh Desa Tepian Langsat supaya bisa menjadi kecamatan sendiri, jelas hal ini membutuhkan kerja ekstra. 

Namun kesiapan itu terus digenjot, dijelaskan oleh Kades Tepian Langsat Zeky Hamzah. Kata dia, pihaknya telah melakukan persiapan hingga 60 persen. Seperti merampungkan batas wilayah, menyiapkan perkantoran dan gedung pelayanan publik. 

"Kami sudah sangat siap, bahkan sudah banyak progres yang kami laksanakan sendiri. Kami sudah punya grand master plan perkantoran. Bahkan kantor adat, kantor BPD, kantor LPM, dan Aula PKK sdh terbangun dari pendapatan asli desa (PADes) kami," jelasnya. 

Tidak hanya itu, kantor pendukung layaknya KUA, kantor Koramil, Polsek, gedung serba guna (GSG) akan ikut serta dibangun di wilayah ini. Saat ini, proses pembangunan juga sedang dikebut, seperti kantor desa dan gedung PKK. 

"Bangunan lain juga sedang diprogres, seperti kantor desa dan Kantor PKK yang sudah mencapai 50 persen. InsyaAllah tahun depan selesai. Alhamdulillah semuanya kami bangun dari dana CSR serta PADes. Termasuk juga membeli mobil operasional desa dari PADes," bebernya. 

Untuk menjadi kecamatan sendiri dan terpisah dari Kecamtan Bengalon, ia menyebut Tepian Langsat harus memiliki desa defenitif yang cukup banyak. Jika terus menempel pada Bengalon, maka ia merasa warganya akan terus kesulitan mengurus administrasi. Di mana untuk mencapai kecamatan harus menghabiskan waktu hingga 1,5 jam. 

"Kami harus menjadi kecamatan pemekaran, karena sudah 22 tahun kondisi Tepian Langsat masih begini-gini saja, tidak mendapat listrik, jalan rusak, perkantoran tidak ada, sarana pendidikan tidak ada, PDAM diganti spamdes, makanya kami harus bisa maju," tandasnya. 

Tidak hanya pembangunan saja, permasalahan batas wilayah pun telah ia selesaikan. Ia menargetkan sebelum 2023 atau masa jabatanya usai, ia akan membuat Tepian Langsat menjadi kecamatan sendiri di Kutim. 

"Urusan batas wilayah sudah poligon, kami berbatasan dengan 17 desa enam kecamatan dan satu kabupaten yakni Berau. Kami juga sudah menetapkan urusan kebudayaan dan kebutuhan olahraga. Untuk makanan khas sudah kami bentuk juga, termasuk persiapan desa wisata dan pendukung lainnya. Sisanya tinggal menunggu pemerintah lagi, termasuk perbaikan jalan dan administrasi syarat pengembangan desa," tutupnya. (*/la/adv/pro)