BALIKPAPAN- Meningkatnya jumlah penyandang Diabetes Melitus menjadi perhatian diseluruh negara, terutama Indonesia. Hal tersebut berdasarkan dari data Internasional Diabetes Federation (IDF) dalam IDF Atlas 2019 lalu yang memaparkan bahwa di Indonesia jumlah penderita diabetes berusia 20 - 79 tahun mencapai 10,7 juta jiwa. Dengan data tersebut, Indonesia berada diperingkat ke 7 dari 10 negara yang mempunyai jumlah penduduk penyandang diabetes tertinggi.

Menyikapi hal tersebut, Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) cabang Balikpapan bekerjasama dengan PT Sanghiang Perkasa Kalbe Nutritionals (Diabetasol) terus berusaha meredam kasus lonjakan tersebut dengan menggelar senam diabetes, cek gula darah gratis hingga konsultasi gizi dan kesehatan gratis melalui kegiatan The 21th Balikpapan Diabetes Day (BDD) 2021 yang digelar di halaman kantor wali kota Balikpapan, Minggu (21/11).

Ketua Panitia 21th BDD 2021 dr H Lukman Hatta S SpPD FINASIM SpKL mengatakan, kegiatan ini sekaligus dalam rangka memperingati hari Diabetes Sedunia atau World Diabetes Day (WDD) yang jatuh pada 14 November di setiap tahunnya. Kegiatan kali ini hanya diikuti 120 peserta atau orang yang terpapar diabetas Tantu dengan protokol kesehatan yang ketat.

Jika dilihat dari data peserta atau komunitasnya yang tergabung dalam Persadia sebanyak kurang lebih 500 orang sejak terbentuknya Persadia tahun 2003 lalu. "Sejak terbentuknya Persadia, kami tidak hanya berkumpul setahun sekali tetapi sebulan sekali dengan berpindah - pindah rumah sakit dengan pemberian edukasi melalui ceramah kesehatan. Pasalnya, mereka yang bergabung di Persadia rata - rata penderita Diabetes Melitus. Untuk itulah tujuan Persadia dibentuk untuk mengedukasi para diabetesi agar tetap menerapkan semangat hidup sehat, olahraga hingga minum obat secara teratur," kata Lukman disela - sela kegiatan kemarin.

Lukman berharap, semua atau sebagian besar penderita diabetes akan mendapatkan akses perawatan dan pengobatan yang baik sesuai standar. Dengan adanya WDD yang diperingati oleh 1 miliyar penduduk dunia di 518 kota hingga 89 negara di Dunia, di Balikpapan sendiri memperingati hal itu mengharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini akan lebih mengingatkan pentingnya hidup sehat. Mulai dari olahraga, pola makan hingga obat dan suntik secara teratur.

"Diabetes ini tidak memandang usia dan memiliki beberapa tipe. Contoh tipe 1, anak di bawah umur 5 tahun pun bisa terkena diabetes dan itu malah sangat memerlukan suntikan. Sedangkan sebagian besar di tipe 2 yang pada umumnya diderita usia 40 tahun ke atas.

Dengan gejala mudah atau sering dahaga banyak minum, banyak buang air kecil hingga nafsu makan bertambah namun berat badan malah menurun," ujar Lukman yang juga menjabat sebagai Ketua Persadia Balikpapan.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty menambahkan, terakit diabetes memang sudah menjadi perhatian pemerintah kota Balikpapan. Karena merupakan penyakit yang tidak menular namun kasus lonjakannya cenderung naik dan juga terpengaruh dengan gaya pola hidup kesehatan seseorang.

Untuk itu, dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya Balikpapan yang masih sehat dan belum terpapar untuk selalu menjaga pola kesehatannya. Dan bagi yang sudah terdiagnosa diabetes untuk ikut bersama Persadia, disitu para pasien bisa berkumpul dan bertukar informasi serta bertemu langsung dengan para pakarnya.

" In sya Allah mereka yang terdiagnosa dan berkumpul di Persadia akan menjadi lebih semangat dan percaya diri dan lebih terkontrol gula darahnya, merasa memiliki teman dan diperhatikan," pungkasnya. (ami/pro5)